Al-Anbiya [21]:30
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَاۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاۤءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
Terjemah:
Apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi, keduanya, dahulu menyatu, kemudian Kami memisahkan keduanya dan Kami menjadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air? Maka, tidakkah mereka beriman?
Kandungan Ayat:
- Kekuasaan Allah dalam Menciptakan Langit dan Bumi
Ayat ini menjelaskan bahwa langit dan bumi dahulu menyatu (padu), kemudian Allah memisahkan keduanya. Hal ini menyoroti kebesaran Allah dalam menciptakan alam semesta ini dari suatu kesatuan menjadi bentuk yang kini kita lihat. - Air sebagai Sumber Kehidupan
Disebutkan bahwa segala sesuatu yang hidup berasal dari air. Air memiliki peran fundamental sebagai elemen yang menopang kehidupan di bumi, dari tumbuh-tumbuhan hingga makhluk hidup lainnya, hingga menjadi bagian dari komposisi makhluk itu sendiri. - Seruan untuk Beriman dan Merenung
Ayat ini juga berfungsi sebagai peringatan dan tantangan bagi orang-orang kafir yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah. Mereka diajak untuk menggunakan akal dan akal pikiran mereka untuk melihat keajaiban penciptaan ini, yang seharusnya mengarahkan mereka pada keimanan. - Bukti Nyata Kebesaran Allah
Fenomena pemisahan langit dan bumi serta keberadaan air sebagai sumber kehidupan adalah tanda nyata dari keesaan Allah. Hal ini menunjukkan adanya Pencipta yang Mahakuasa dengan kemampuan tak terbatas untuk menciptakan segala sesuatu.