Keadilan dalam distribusi sumber daya alam sebagai basis sosial ekologis


Al-Qashash [28]:77

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

Terjemah:

Dan, carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (pahala) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Kandungan Ayat:

  1. Mengejar Kebahagiaan Akhirat dengan Kemanfaatan Duniawi
    Manusia diperintahkan untuk mencari kebahagiaan di akhirat dengan memanfaatkan nikmat, harta, dan karunia duniawi yang telah Allah anugerahkan, seperti menginfakkannya di jalan Allah. 
  2. Jangan Lupakan Kenikmatan Duniawi
    Tetaplah menikmati dan memanfaatkan kenikmatan duniawi secara wajar dan tidak berlebihan, karena dunia bukanlah sarana untuk keserakahan, tetapi hanya titipan dan sarana menuju akhirat.
  3. Berbuat Baik dan Jangan Merusak di Bumi
    Perintah untuk berbuat baik kepada orang lain sebagaimana Allah berbuat baik kepada kita, serta larangan untuk melakukan kerusakan dalam bentuk apa pun di muka bumi.