Tanah sebagai Sumber Rezeki dan Amanah


Hud [11]:61

 وَاِلٰى ثَمُوْدَ اَخَاهُمْ صٰلِحًاۘ قَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ هُوَ اَنْشَاَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِۗ اِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ

Terjemah:

Kepada (kaum) Samud (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, “Wahai kaumku, sembahlah Allah! Sekali-kali tidak ada tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya. Oleh karena itu, mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan (doa hamba-Nya).”

Kandungan Ayat:

  1. Penciptaan dari Tanah
    Allah SWT mengingatkan kaum Tsamud (melalui Nabi Saleh) bahwa mereka diciptakan dari tanah, sebuah pengingat akan asal-usul manusia dan kekuasaan Allah sebagai Pencipta.
  2. Tugas Memakmurkan Bumi
    Allah menjadikan manusia sebagai pemakmur bumi, yang berarti manusia diberi amanah untuk mengelola, memanfaatkan, dan mengembangkan bumi untuk kebaikan, bukan untuk merusak. Ini mencakup kegiatan seperti bercocok tanam, membangun infrastruktur, dan memanfaatkan kekayaan alam dengan bijak.
  3. Seruan Tauhid
    Nabi Saleh menyeru kaumnya untuk menyembah Allah SWT semata, karena tidak ada Tuhan selain Dia. Ini menekankan konsep tauhid (keesaan Allah) dan menolak segala bentuk syirik (penyekutuan).
  4. Anjuran Bertobat
    Ayat ini juga berisi perintah untuk beristighfar (memohon ampunan) dan bertobat kepada Allah karena kesalahan yang telah lalu, serta untuk selalu taat kepada-Nya.
  5. Keberadaan Allah yang Dekat
    Dijelaskan bahwa Allah Maha Dekat dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya, yang dapat menjadi sumber harapan dan kekuatan bagi mereka yang bertaubat.