QS. Ad-Dhuha: 9-11
فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ ﴿٩﴾ وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ ﴿١٠﴾ وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ﴿١١﴾
Artinya:
9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
10. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).
Pesan-pesan utama:
“Panduan Praktis Membuktikan Syukur dalam Kehidupan Sosial”
Sebagai wujud syukur atas segala nikmat Allah, jadilah pribadi yang:
- Lemah lembut dan melindungi anak yatim, bukan menindasnya
- Santun dan berempati kepada orang yang meminta, sekalipun kita tidak bisa memberi
- Selalu mengakui dan menyebut-nyebut bahwa setiap kenikmatan berasal dari Allah, sebagai bentuk syukur dan keteladanan.
Pesan ini mengajarkan bahwa syukur bukan hanya perasaan di hati, tetapi harus terwujud dalam aksi nyata:
-
Syukur terhadap yang di atas (Allah) → dengan mengakui nikmat-Nya
-
Syukur terhadap yang di bawah (sesama) → dengan peduli dan santun
Ayat-ayat ini sangat relevan dalam membangun masyarakat yang penuh empati, di mana yang kuat melindungi yang lemah, dan semua orang menyadari bahwa segala sesuatu adalah karunia Allah.