Q.S YUSUF AYAT 84
وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ ﴿٨٤﴾
Artinya:
Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya).
Pesan-pesan utama:
Memberikan pelajaran yang sangat lengkap tentang hakikat kesabaran sejati
Kesabaran yang sejati bukanlah mati rasa. Ia adalah kemampuan untuk merasakan kesedihan yang sangat dalam, bahkan hingga meninggalkan bekas, tetapi tetap memilih untuk bereaksi dengan cara yang terpuji. Ketika hati terluka oleh perbuatan manusia, seorang yang sabar akan memilih untuk menahan amarah dan menarik diri, sambil tetap jujur mengakui lukanya di hadapan Tuhannya. Sabar adalah tentang pengendalian diri, bukan peniadaan perasaan.
Ayat ini menghibur siapa pun yang sedang bersedih dengan menunjukkan bahwa para Nabi pun merasakan hal yang sama. Namun, yang membedakan adalah bagaimana mereka mengelola kesedihan itu tanpa merusak akhlak dan hubungan dengan Allah.