Hadis 16 : “Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan Mencintai Kelembutan”


حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ اسْتَأْذَنَ رَهْطٌ مِنْ الْيَهُودِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا السَّامُ عَلَيْكَ فَقُلْتُ بَلْ عَلَيْكُمْ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ فَقَالَ يَا عَائِشَةُ

إِنَّ اللَّهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ قُلْتُ أَوَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا قَالَ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ

رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim dari Ibnu Uyainah dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah radliallahu ‘anha mengatakan; Sekelompok orang yahudi meminta izin kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengucapkan; ‘Assaam ‘alaika (semoga kematian tertimpa kepada kalian), saya menjawab; ‘bal ‘alaikum Assam wal la’nah (Bahkan untuk kalian kematian dan juga laknat).’ Maka Nabi berujar; ‘hai Aisyah,

bahwasanya Allah menyukai kelembutan dalam segala urusan.’ Saya menjawab; ‘Tidakkah engkau mendengar apa yang mereka ucapkan? ‘ Beliau menjawab: “Saya menjawab; wa’alaikum (bahkan untuk kalian).”

(HR.Bukhori dan Muslim)

  • Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa kelembutan (rifq) merupakan akhlak yang dicintai oleh Allah Swt. Seorang muslim dianjurkan untuk bersikap santun, sabar, dan penuh kasih sayang dalam setiap urusan, baik ketika berbicara, memberikan nasihat, berdiskusi, maupun menyelesaikan perselisihan.

Kelembutan bukan berarti lemah, tetapi merupakan kemampuan mengendalikan diri sehingga mampu menyampaikan kebenaran dengan cara yang bijaksana dan tidak menyakiti orang lain. Sebaliknya, sikap kasar, keras, dan mudah marah sering kali justru menimbulkan permusuhan dan menjauhkan orang dari kebenaran.

Hadis ini menunjukkan bahwa akhlak yang baik merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya menjadikan kelembutan sebagai prinsip utama dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

  • Korelasi dengan Etika Bermedia Sosial

Dalam dunia digital, komunikasi sering kali berlangsung tanpa tatap muka sehingga mudah terjadi kesalahpahaman. Tidak sedikit pengguna media sosial yang menggunakan bahasa kasar, merendahkan orang lain, atau menyerang pendapat yang berbeda. Hadis ini mengajarkan agar setiap bentuk komunikasi digital dilakukan dengan kelembutan dan penuh adab.

Implementasi hadis ini dalam etika bermedia sosial antara lain:

  1. Menulis komentar dengan bahasa yang santun dan mudah dipahami.
  2. Menyampaikan kritik secara sopan tanpa menghina atau mempermalukan orang lain.
  3. Menghindari ujaran kebencian (hate speech) dan kata-kata kasar.
  4. Bersikap tenang ketika menghadapi perbedaan pendapat di media sosial.
  5. Mengutamakan dialog yang membangun daripada perdebatan yang menimbulkan permusuhan.

Dengan mengamalkan hadis ini, seorang muslim akan mampu menciptakan suasana komunikasi yang lebih damai dan produktif di media sosial. Kelembutan dalam berbicara maupun menulis tidak hanya mencerminkan akhlak yang mulia, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menyampaikan kebenaran dan membangun hubungan yang harmonis di ruang digital.