Hadis 17 : “Perkataan yang Baik adalah Sedekah”


حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

كُلُّ سُلَامَى عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ يُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ يُحَامِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ وَكُلُّ خَطْوَةٍ يَمْشِيهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ وَدَلُّ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ

رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Telah bercerita kepada kami Ishaq bin Nashr telah bercerita kepada kami ‘Abdur Rozzaq dari Ma’mar dari Hammam dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Pada setiap ruas tulang ada kewajiban shadaqah. Setiap hari dimana seseorang terbantu dengan tunggangannya yang mengangkat atau mengangkut barang-barangnya di atasnya adalah shadaqah. Ucapan yang baik adalah shadaqah dan setiap langkah yang dilakukan seseorang menuju shalat adalah shadaqah dan orang yang menunjuki jalan adalah shadaqah”.

(HR.Bukhori dan Muslim)

  • Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya berupa harta benda. Segala bentuk kebaikan yang memberikan manfaat kepada orang lain juga termasuk sedekah. Salah satu bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan adalah mengucapkan perkataan yang baik (الكلمة الطيبة).

Perkataan yang baik mencakup ucapan yang sopan, jujur, santun, memberikan semangat, menghibur, mendamaikan, dan mengajak kepada kebaikan. Sebaliknya, ucapan yang menyakiti, menghina, mencela, atau memprovokasi bukanlah akhlak seorang muslim.

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap muslim memiliki kesempatan yang luas untuk memperoleh pahala melalui ucapan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

  • Korelasi dengan Etika Bermedia Sosial

Pada era digital, “perkataan” tidak hanya berbentuk ucapan, tetapi juga tulisan, komentar, unggahan, pesan, dan berbagai bentuk komunikasi di media sosial. Setiap kata yang ditulis dapat menjadi sedekah apabila membawa manfaat, memberikan motivasi, serta menumbuhkan semangat dan persaudaraan.

Implementasi hadis ini dalam etika bermedia sosial antara lain:

  1. Menulis komentar yang sopan dan membangun.
  2. Memberikan apresiasi atas karya atau pencapaian orang lain.
  3. Menyebarkan kutipan, ilmu, dan nasihat yang bermanfaat.
  4. Menghibur dan menguatkan orang yang sedang mengalami kesulitan melalui pesan atau komentar yang positif.
  5. Menghindari kata-kata kasar, ejekan, hinaan, dan komentar yang menyakiti perasaan orang lain.

Dengan mengamalkan hadis ini, media sosial dapat menjadi sarana menyebarkan kebaikan dan pahala. Setiap komentar yang santun, unggahan yang bermanfaat, maupun pesan yang memotivasi akan bernilai sedekah di sisi Allah Swt. Hal ini menunjukkan bahwa etika bermedia sosial bukan sekadar menjaga sopan santun, tetapi juga menjadi bentuk ibadah yang mendatangkan pahala.