Dalil ayat tentang gunung Judi


  1. QS.Hud : 44

وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿٤٤﴾

Difirmankan (oleh Allah), “Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan).” Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy, dan dikatakan, “Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim.”

Penafsiran

“Dan dikatakan: ‘Wahai bumi, telanlah airmu,’ yaitu air yang memancar dari dalam dirimu, lalu bumi menyerapnya, bukan air yang turun dari langit, sehingga air itu menjadi sungai-sungai dan lautan-lautan. Dan (dikatakan): ‘Wahai langit, berhentilah,’ yakni tahanlah hujan, maka langit pun menahannya. Dan air itu pun menyusut, berkurang. Dan telah ditetapkanlah urusan itu, yakni sempurnalah ketetapan tentang kebinasaan kaum Nabi Nuh. Dan bahtera itu pun berhenti (berlabuh) di atas Gunung Jūdī, yaitu sebuah gunung di wilayah Jazirah, dekat daerah Mosul. Dan dikatakan: ‘Binasalah kaum yang zalim itu,’ yakni orang-orang kafir.”