26. Jangan saling hasad dan saling membenci


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ ، أَخْبَرَنَا مَالِكٌ ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ ، عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

” لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ، يَلْتَقِيَانِ، فَيُعْرِضُ هَذَا، وَيُعْرِضُ هَذَا، وَخَيْرُهُمَا الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلَامِ “.

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Malik, dari Ibnu Shihab, dari Atha’ bin Yazid Al-Laitsi, dari Abu Ayyub Al-Anshari, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

​”Tidak halal bagi seseorang untuk memboikot (mendiamkan/memutus hubungan dengan) saudaranya lebih dari tiga malam; di mana keduanya bertemu, lalu yang ini berpaling dan yang itu pun berpaling. Dan yang terbaik di antara keduanya adalah yang memulai mengucapkan salam.”
(HR. Bukhari & Muslim)