حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :
” إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا، وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا “.
Telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari Manshur, dari Abu Wa’il, dari Abdullah (bin Mas’ud) radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
”Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan itu menuntun ke surga. Dan sesungguhnya seseorang yang senantiasa berlaku jujur (dan memilih kejujuran) hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang jujur (shiddiq).
Dan sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kejahatan (kemaksiatan), dan sesungguhnya kejahatan itu menuntun ke neraka. Dan sesungguhnya seseorang yang senantiasa berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (kadzdzab).”