6. Larangan namimah (adu domba)


حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ ، عَنْ مَنْصُورٍ ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ ، عَنْ هَمَّامٍ قَالَ : كُنَّا مَعَ حُذَيْفَةَ، فَقِيلَ لَهُ : إِنَّ رَجُلًا يَرْفَعُ الْحَدِيثَ إِلَى عُثْمَانَ. فَقَالَ حُذَيْفَةُ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :

” لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ “.

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Manshur, dari Ibrahim, dari Hammam, ia berkata: Kami pernah bersama Hudzaifah, lalu dikatakan kepadanya: “Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang suka menyampaikan (melaporkan) pembicaraan orang lain kepada ‘Utsman.” Maka Hudzaifah berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

​”Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba (Qattat).”