7. Jangan marah


حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يُوسُفَ ، أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرٍ هُوَ ابْنُ عَيَّاشٍ، عَنْ أَبِي حَصِينٍ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

أَوْصِنِي ؟ قَالَ : ” لَا تَغْضَبْ “. فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ : ” لَا تَغْضَبْ “.

Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Yusuf, telah mengabarkan kepada kami Abu Bakar—yaitu Ibnu ‘Ayyasy—dari Abu Hashin, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
​”Berilah aku wasiat!”
​Beliau bersabda:

“Janganlah engkau marah.”
​Laki-laki itu mengulang-ulang permintaannya beberapa kali, (namun beliau tetap) bersabda: “Janganlah engkau marah.”