24. Seorang mukmin adalah cerminan bagi mukmin lainnya


حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْمُؤَذِّنُ ، حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ ، عَنْ سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ رَبَاحٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

” الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِنِ، وَالْمُؤْمِنُ أَخُو الْمُؤْمِنِ ؛ يَكُفُّ عَلَيْهِ ضَيْعَتَهُ ، وَيَحُوطُهُ مِنْ وَرَائِهِ “.

Telah menceritakan kepada kami Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muadzin, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dari Sulaiman (yaitu Ibnu Bilal), dari Katsir bin Zaid, dari Al-Walid bin Rabah, dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

​”Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya, dan seorang mukmin adalah saudara bagi mukmin lainnya; ia menjaga hartanya (agar tidak hilang/sia-sia) dan melindunginya (serta membela kehormatannya) dari belakang.”
(HR. Abu Daud)