27. Larangan berkata ”celaka kamu” kepada sesama


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. ح وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى ، قَالَ : قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ ، عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :

” إِذَا قَالَ الرَّجُلُ : هَلَكَ النَّاسُ. فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ “.

/20 { 7 قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ : لَا أَدْرِي ” أَهْلَكَهُمْ ” بِالنَّصْبِ، أَوْ ” أَهْلَكُهُمْ ” بِالرَّفْعِ
(… ) حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى ، أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ ، عَنْ رَوْحِ بْنِ الْقَاسِمِ ح وَحَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمٍ ، حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ ، عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ بِلَالٍ ، جَمِيعًا عَنْ سُهَيْلٍ ، بِهَذَا الْإِسْنَادِ، مِثْلَهُ.

27. Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Suhail bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (jalur riwayat lain) Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, ia berkata: Aku membacakan di hadapan Malik, dari Suhail bin Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

​”Apabila seseorang berkata, ‘Manusia telah binasa (rusak/hancur moralnya),’ maka dialah orang yang paling binasa di antara mereka.”

​Abu Ishaq berkata: “Aku tidak tahu apakah lafaz ‘Ahlakahum’ dibaca dengan nashab (fathah di akhir yang berarti: dialah yang membinasakan mereka), atau ‘Ahlakuhum’ dengan rafa’ (dhammah di akhir yang berarti: dialah yang paling binasa di antara mereka).”
​(…) Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah mengabarkan kepada kami Yazid bin Zurai’, dari Rauh bin Al-Qasim  (jalur riwayat lain) Dan telah menceritakan kepadaku Ahmad bin ‘Utsman bin Hakim, telah menceritakan kepada kami Khalid bin Makhlad, dari Sulaiman bin Bilal, semuanya dari Suhail, dengan sanad ini, yang semisal dengan hadis di atas.

Hadis yang Anda cantumkan ini berasal dari Shahih Muslim (Kitab Al-Birr wa As-Shilah wa Al-Adab, Bab Larangan Berkata “Manusia Telah Hancur/Binasa”). Ini adalah salah satu hadis yang mengulas psikologi sosial, penyakit kesombongan spiritual (ujub), dan bahaya keputusasaan dalam beragama.