Hadis 19


حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ، عَنْ هَمَّامٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

” كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ ؛ يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ، وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ “.

​Telah menceritakan kepadaku Ishaq, telah mengabarkan kepada kami Abdurrazzaq, telah mengabarkan kepada kami Ma’mar, dari Hammam, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

​”Setiap persendian dari manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit:
​Berlaku adil (mendamaikan) di antara dua orang yang berselisih adalah sedekah.
​Membantu seseorang menaiki hewan tunggangannya, atau menguatkan bawaannya ke atas tunggangan tersebut adalah sedekah.

Hadis raksasa yang Anda cantumkan ini merupakan “Undang-Undang Sedekah Harian” yang sangat komprehensif dalam Islam. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari (dan juga Imam Muslim) melalui jalur legendaris Hammam bin Munabbih dari Abu Hurairah. Hadis ini merevolusi konsep sedekah, dari yang semula identik dengan harta materi menjadi amal sosial universal yang bisa diakses oleh siapa saja, kaya maupun miskin.

  • FIQH HADISNYA
1. Pajak Syukur Atas Kesehatan Sendi Tubuh

كُلُّ سُلَامَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ…

“Setiap persendian manusia wajib dikeluarkan sedekahnya setiap hari selama matahari masih terbit…”

  • Fikih Istilah Sulama (سُلَامَى): Secara bahasa, Sulama berarti tulang-tulang kecil atau persendian. Dalam riwayat lain di Shahih Muslim, Nabi ﷺ menyebutkan jumlahnya secara presisi: manusia memiliki 360 persendian.

  • Kewajiban Syukur Harian: Secara Fiqhi Hadis, kalimat “’alaihi shadaqah” menunjukkan bahwa setiap hari kita bangun tidur dengan tubuh yang sehat, bergerak bebas tanpa rasa sakit, maka ada “pajak syukur” yang wajib ditunaikan untuk setiap sendi tersebut. Bersedekah dengan uang sejumlah 360 tentu berat bagi mayoritas orang, maka Islam memberikan alternatif amal fisik dan sosial sebagai gantinya.

2. Sedekah Sosial Keberagaman (Keadilan Sosial)

…يَعْدِلُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ صَدَقَةٌ…

“…berlaku adil di antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah…”

  • Mendamaikan Konflik: Menjadi mediator yang jujur, menengahi perselisihan antara suami-istri, rekan bisnis, atau tetangga yang bertengkar tanpa memihak salah satunya hukumnya adalah sedekah yang sangat tinggi nilainya. Ini membuktikan bahwa Islam sangat memprioritaskan harmoni dan kedamaian sosial masyarakat.

3. Membantu Fisik dan Meringankan Beban Sesama

…وَيُعِينُ الرَّجُلَ عَلَى دَابَّتِهِ فَيَحْمِلُ عَلَيْهَا أَوْ يَرْفَعُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ…

“…dan membantu seseorang menaiki kendaraannya atau menaikkan barang bawaannya ke atas kendaraannya adalah sedekah…”

  • Aplikasi Praktis Kontekstual: Jika di zaman nabi wujudnya adalah membantu orang naik ke atas unta atau keledai, maka di era modern amalan ini mencakup: membantu menyeberangkan orang tua di jalan, membantu mengangkat koper belanjaan seseorang, memberi tumpangan, atau membantu mendorong mobil yang mogok di jalan raya. Segala bantuan fisik yang meringankan beban orang lain dicatat sebagai sedekah persendian.

4. Sedekah Lisan: Kata-kata yang Menyejukkan

…وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ…

“…dan kata-kata yang baik adalah sedekah…”

  • Investasi Lisan: Ketika kita tidak memiliki materi untuk dibagikan, lisan kita tetap bisa memproduksi sedekah. Al-Kalimatut Thayyibah mencakup ucapan dzikir, membaca Al-Qur’an, memberikan pujian tulus, menyapa dengan ramah, mengucapkan terima kasih, memberikan nasihat yang menenangkan hati orang yang sedang stres, hingga menahan diri dari komentar pedas di media sosial.

5. Akselerasi Langkah Kaki Menuju Rumah Allah

…وَكُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلَاةِ صَدَقَةٌ…

“…dan setiap langkah kaki yang dilangkahkan menuju shalat (di masjid) adalah sedekah…”

  • Nilai Kumulatif: Hadis ini memotivasi umat Islam untuk memakmurkan masjid. Setiap satu langkah kaki kanan menaikkan satu derajat dan menghapus satu dosa, sementara langkah kaki kiri dicatat sebagai satu pahala sedekah tersendiri. Semakin jauh rumah seseorang dari masjid, semakin besar tabungan sedekah harian yang ia kumpulkan.

6. Estetika Lingkungan dan Keselamatan Publik

…وَيُمِيطُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ “.

“…dan menyingkirkan gangguan dari jalanan adalah sedekah.”

  • Fikih Kebersihan Publik: Al-Adza adalah segala sesuatu yang mengganggu, membahayakan, atau mengotori jalan umum. Menyingkirkan paku, pecahan kaca, ranting pohon yang tumbang, batu di tengah jalan, atau bahkan membersihkan sampah yang menyumbat saluran air adalah ibadah. Islam mengajarkan bahwa kesalehan seorang muslim harus berdampak nyata bagi keselamatan dan kenyamanan lingkungan sekitarnya.

7. Sisi Keindahan Sanad Berantai (Shahifah Hammam)

حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ ، أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ ، عَنْ هَمَّامٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ…

“Ishaq menceritakan kepadaku, Abdurrazzaq mengabarkan kepada kami, Ma’mar mengabarkan kepada kami, dari Hammam, dari Abu Hurairah…”

  • Silsilah Sanad Paling Otentik di Dunia: Rantai perawi yang Anda cantumkan di atas adalah bagian dari manuskrip hadis tertua yang pernah tercatat dalam sejarah Islam, yang dikenal sebagai Shahifah Hammam bin Munabbih.

  • Akurasi Transmisi Tekstual: Hammam bin Munabbih adalah murid langsung Abu Hurairah yang menuliskan hadis-hadis ini di selembar lembaran kulit/kertas sejak abad pertama hijriah. Lembaran itu diwariskan kepada Ma’mar bin Rasyid, lalu diajarkan kepada Abdurrazzaq As-San’ani, hingga akhirnya dicatat oleh Imam Bukhari. Kehadiran sanad ini memberikan garansi ilmiah 100% bahwa redaksi hadis sedekah harian ini benar-benar murni tanpa ada perubahan kata sedikit pun sejak masa sahabat.

Pesan Utama:

Hadis ini mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang produktif dan bermanfaat bagi lingkungan setiap hari. Islam tidak pernah menyulitkan hamba-Nya untuk mendulang pahala. Jika pintu sedekah harta tertutup bagi Anda karena keterbatasan ekonomi, maka pintu sedekah sosial lewat senyuman, langkah kaki ke masjid, bantuan tenaga, dan kata-kata ramah selalu terbuka lebar setiap kali matahari terbit.

​Perkataan yang baik adalah sedekah.
​Setiap langkah kaki yang diayunkan menuju shalat adalah sedekah.
​Dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah.”