حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يَعْقُوبَ ، أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ عَمْرٍو ، عَنْ أَبِيهِ ، أَنَّهُ سَمِعَهُ يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُ دَخَلَ عَلَى يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، وَغُلَامٌ مِنْ بَنِي يَحْيَى رَابِطٌ دَجَاجَةً يَرْمِيهَا، فَمَشَى إِلَيْهَا ابْنُ عُمَرَ حَتَّى حَلَّهَا، ثُمَّ أَقْبَلَ بِهَا وَبِالْغُلَامِ مَعَهُ، فَقَالَ :
ازْجُرُوا غُلَامَكُمْ عَنْ أَنْ يَصْبِرَ هَذَا الطَّيْرَ لِلْقَتْلِ ؛ فَإِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ تُصْبَرَ بَهِيمَةٌ أَوْ غَيْرُهَا لِلْقَتْلِ.
Ahmed bin Ya’qub menceritakan kepada kami, Ishaq bin Sa’id bin Amr, dari ayahnya, bahwa dia mendengar ayahnya bercerita dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia masuk menemui Yahya bin Sa’id, dan seorang anak dari Bani Yahya sedang mengikat seekor ayam yang akan dia lempar, lalu Ibnu Umar pergi menghampirinya sampai membuka ikatannya, kemudian dia membawa ayam itu bersama si anak, dan berkata:
‘Jauhkan anakmu dari menunggu binatang ini untuk dibunuh; karena aku pernah mendengar Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam melarang agar hewan atau lainnya ditahan untuk dibunuh.’
Bukhori 5514