10.Membaca Ta’awudz saat Marah


 «إِنِّي لَأَعْلَمُ كَلِمَةً لَوْ قَالَهَا لَذَهَبَ عَنْهُ مَا يَجِدُ: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ»

Terjemahan: Sulaiman bin Shurad radhiyallahu ‘anhu berkata: Pada suatu hari aku duduk bersama Nabi ﷺ, sementara dua orang lelaki saling mencaci hingga wajah salah satunya memerah dan urat lehernya menegang. Lalu Nabi ﷺ bersabda, “Sungguh aku mengetahui satu kalimat, seandainya ia ucapkan niscaya hilang apa yang ia rasakan: ‘A’udzu billahi minasy-syaithan’ (Aku berlindung kepada Allah dari setan).”

Sanad: Dari Sulaiman bin Shurad radhiyallahu ‘anhu, diriwayatkan oleh Shahih Al-Bukhari (no. 3282, Kitab Bad’il Khalq) dan Shahih Muslim (no. 2610). Derajat: Shahih, muttafaqun ‘alaih.