2. Kejujuran adalah Ketenangan


عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ، فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ».

Terjemahan: Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata: Aku menghafal dari Rasulullah ﷺ: “Tinggalkanlah apa yang meragukanmu menuju apa yang tidak meragukanmu, karena sesungguhnya jujur itu adalah ketenangan (thuma’ninah), dan dusta itu adalah keraguan (ribah).”

Sanad: Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2518) dari jalur: Bundar (Muhammad bin Basyar) — Muhammad bin Ja’far Al-Makhrami — Syu’bah — dari Buraidah — sampai kepada Abu Al-Hawra’ As-Sa’di (nama aslinya Rabi’ah bin Syaiban), yang bertanya langsung kepada Al-Hasan bin Ali. Juga diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Ahmad. Derajat: Hasan shahih menurut At-Tirmidzi; dishahihkan oleh Al-Albani.