عَنْ أَبِي يَحْيَى صُهَيْبِ بْنِ سِنَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ».
Terjemahan: “Sungguh menakjubkan perkara orang beriman, sesungguhnya semua urusannya adalah baik, dan itu tidak dimiliki siapa pun kecuali orang beriman: jika ditimpa kesenangan ia bersyukur maka itu baik baginya, dan jika ditimpa kesusahan ia bersabar maka itu juga baik baginya.”
Sanad: Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Az-Zuhd war Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair (no. 2999), melalui jalur: Tsabit (Al-Bunani) — dari ‘Abdurrahman bin Abi Laila — dari Suhaib radhiyallahu ‘anhu. Juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya di empat tempat (no. 18455, 18360, 23406, 23412). Derajat: Shahih.