8. Orang Kuat adalah yang Menahan Amarah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ».

Terjemahan: “Bukanlah orang yang kuat itu yang jago bergulat/berkelahi, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.”

Sanad lengkap (jalur Bukhari): Malik — dari Ibnu Syihab Az-Zuhri — dari Sa’id bin Al-Musayyab — dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Tercatat dalam Shahih Al-Bukhari no. 6114. Sanad lengkap (salah satu jalur Muslim, Shahih Muslim no. 2609/4723-4724): Hajib bin Al-Walid — Muhammad bin Harb — Az-Zubaidi — Az-Zuhri — Humaid bin ‘Abdurrahman (bin ‘Auf) — dari Abu Hurairah. (Jalur lain: Muhammad bin Rafi’ & ‘Abbad bin Humaid — dari ‘Abdurrazzaq — dari Ma’mar — dari Az-Zuhri, dengan sanad serupa). Derajat: Shahih, muttafaqun ‘alaih.