{"id":26,"date":"2026-07-06T04:19:46","date_gmt":"2026-07-06T04:19:46","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/penjelasan-4\/"},"modified":"2026-07-06T04:19:46","modified_gmt":"2026-07-06T04:19:46","slug":"penjelasan-4","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/penjelasan-4\/","title":{"rendered":"Penjelasan"},"content":{"rendered":"<p>Ijarah (sewa jasa\/tenaga kerja) adalah akad yang objeknya berupa manfaat atau jasa, berbeda dari jual beli yang objeknya barang. QS. Al-Qashash: 26 menunjukkan dua kriteria pekerja ideal (kuat dan amanah), sedangkan QS. At-Talaq: 6 menegaskan kewajiban pemberi kerja membayar upah atas jasa yang telah diterima.<\/p>\n<p>Hadis qudsi riwayat Al-Bukhari menjadi dalil paling kuat (shahih tanpa perselisihan) tentang beratnya dosa menzalimi hak pekerja: Allah sendiri menjadi &#8216;musuh&#8217; bagi pemberi kerja yang memanfaatkan tenaga pekerjanya secara penuh namun tidak membayar upahnya, sejajar dengan dua dosa besar lain yang disebut dalam hadis yang sama (mengingkari janji atas nama Allah, dan menjual manusia merdeka lalu memakan hasil penjualannya).<\/p>\n<p>Hadis kedua (&#8216;berikan upah sebelum kering keringatnya&#8217;) sangat populer dikutip di masyarakat sebagai anjuran membayar upah secepatnya, namun secara ilmu hadis berstatus diperselisihkan karena kelemahan pada sebagian perawi dalam sanadnya. Ini adalah contoh penting bagi kajian takhrij: kepopuleran sebuah hadis di lisan masyarakat tidak menjamin kekuatan sanadnya, sehingga pijakan hukum yang lebih kokoh tetap merujuk pada hadis qudsi riwayat Al-Bukhari yang telah disepakati keshahihannya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ijarah (sewa jasa\/tenaga kerja) adalah akad yang objeknya berupa manfaat atau jasa, berbeda dari jual beli yang objeknya barang. QS. Al-Qashash: 26 menunjukkan dua kriteria pekerja ideal (kuat dan amanah), sedangkan QS. At-Talaq: 6 menegaskan kewajiban pemberi kerja membayar upah atas jasa yang telah diterima. Hadis qudsi riwayat Al-Bukhari menjadi dalil paling kuat (shahih tanpa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":112,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[24],"tags":[],"class_list":["post-26","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-penjelasan-hadis-1-jual-beli-dan-kerelaan-daftar-isi-3"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/112"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}