{"id":32,"date":"2026-07-06T07:24:26","date_gmt":"2026-07-06T07:24:26","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/penjelasan-6\/"},"modified":"2026-07-06T07:24:26","modified_gmt":"2026-07-06T07:24:26","slug":"penjelasan-6","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/penjelasan-6\/","title":{"rendered":"Penjelasan"},"content":{"rendered":"<p>Syirkah (kerja sama usaha\/kongsi dagang) adalah akad antara dua pihak atau lebih untuk menggabungkan modal dan\/atau kerja dengan pembagian keuntungan dan risiko yang disepakati. QS. Shad: 24 menggambarkan realitas bahwa mayoritas perserikatan rawan kezaliman, kecuali yang dilandasi keimanan dan amal saleh.<\/p>\n<p>Kedua hadis mengenai syirkah dalam tema ini sama-sama berstatus diperselisihkan dalam ilmu sanad \u2014 sebuah temuan yang justru sangat relevan untuk kajian sanad komparatif ala Juynboll maupun ilmu rijal al-hadis ala Ibnu Hajar: hadis &#8216;Ana Tsalitsusy Syarikayni&#8217; terganjal status Sa&#8217;id bin Hayyan yang majhul, sementara hadis &#8216;Kuntu Syarikaka&#8217; terganjal idhtirab riwayat tentang identitas mitra dagang Nabi \ufdfa.<\/p>\n<p>Meski demikian, kedua hadis ini saling menguatkan secara makna (i&#8217;tibar), dan prinsip yang dikandungnya \u2014 bahwa keberkahan syirkah bergantung pada amanah dan hilang ketika terjadi khianat \u2014 didukung pula oleh kaidah umum syariat tentang larangan khianat dan oleh QS. Shad: 24. Fakta bahwa Nabi \ufdfa sendiri pernah menjadi mitra dagang sebelum kenabian, dan dipuji sebagai mitra yang tidak pernah berselisih maupun berdusta, menjadi teladan praktis (uswah) bagi praktik syirkah yang ideal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syirkah (kerja sama usaha\/kongsi dagang) adalah akad antara dua pihak atau lebih untuk menggabungkan modal dan\/atau kerja dengan pembagian keuntungan dan risiko yang disepakati. QS. Shad: 24 menggambarkan realitas bahwa mayoritas perserikatan rawan kezaliman, kecuali yang dilandasi keimanan dan amal saleh. Kedua hadis mengenai syirkah dalam tema ini sama-sama berstatus diperselisihkan dalam ilmu sanad \u2014 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":112,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[30],"tags":[],"class_list":["post-32","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-penjelasan-hadis-1-jual-beli-dan-kerelaan-daftar-isi-5"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/users\/112"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/hadis-mualiyah\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}