حدثنا محمد بن عمر بن سلام حدثنا أحمد بن الجعد حدثنا محمد بن بكار حدثنا محمد ابن الفضل بن عطية عن سالم الأفطس عن عمر بن عبدالعزيز عن عبد الله بن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال:
ان الله يحب الشاب الذي يفنى شبابه في طاعة الله عز وجل.
غريب من حديث عمر تفرد به محمد بن الفضل عن سالم.
Muhammad bin Umar bin Salam menceritakan kepada kami. Ia berkata, Ahmad bin al-Ja’d menceritakan kepada kami. Ia berkata, Muhammad bin Bakkar menceritakan kepada kami. Ia berkata, Muhammad bin al-Fadl bin ‘Athiyyah menceritakan kepada kami, dari Salim al-Aftas, dari Umar bin Abdul Aziz, dari Abdullah bin Umar, dari Nabi Muhammad saw, beliau bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai seorang pemuda yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia.”
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim al-Ashbahani dalam Hilyat al-Awliya’ wa Ṭabaqāt al-Aṣfiya’, jilid 5, halaman 360. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Qiwam al-Sunnah al-Ashbahani dalam Al-Targhib wa al-Tarhib, hadis nomor 2181, dengan redaksi yang lebih ringkas.
Al-Sakhawi dalam kitab Takhrij Faḍilat al-‘adilin, halaman 122, memberikan penilaian terhadap hadis ini dengan mengatakan:
خلاصة حكم المحدث: [فيه] محمد بن الفضل بن عطية ضعيف جدا رمي بالكذب والوضع.
Artinya: “Di dalam sanad hadis ini terdapat Muhammad bin al-Fadl bin ‘Athiyyah yang berstatus sangat lemah (ḍa’if jiddan), bahkan dituduh melakukan kebohongan dan pemalsuan hadis.”
Oleh karena itu, para ulama menilai hadis ini berderajat sangat lemah (ḍa’if jiddan) karena adanya Muhammad bin al-Fadl bin ‘Athiyyah dalam sanadnya. Meskipun demikian, kandungan hadis ini sejalan dengan banyak hadis sahih yang menganjurkan pemuda untuk memanfaatkan masa mudanya dalam ketaatan kepada Allah, sehingga maknanya dapat dipahami sebagai motivasi moral, bukan sebagai dalil utama yang berdiri sendiri.