حدثنا هناد قال: حدثنا أبو معاوية، عن الأعمش، عن شقيق بن سلمة، عن عبد الله بن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ، وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ، وَمَا يَزَالُ الْعَبْدُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا.
وفي الباب عن أبي بكر الصديق، وعمر، وعبد الله بن الشخير، وابن عمر: هذا حديث حسن صحيح
Hannad menceritakan kepada kami. Ia berkata, Abu Mu’awiyah menceritakan kepada kami, dari al-A’masy, dari Syaqiq bin Salamah, dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda:
“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan kepada kebajikan, dan kebajikan akan mengantarkan kepada surga. Seseorang akan senantiasa berkata jujur dan berusaha mempertahankan kejujurannya hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang yang sangat jujur (ṣiddīq). Jauhilah oleh kalian perbuatan dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kefajiran, dan kefajiran akan mengantarkan kepada neraka. Seseorang akan terus-menerus berdusta dan membiasakan diri berdusta hingga ia dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta.”
Hadis ini sangat relevan dengan pembinaan karakter remaja. Masa remaja merupakan fase pembentukan integritas, sehingga kejujuran menjadi salah satu fondasi utama dalam kehidupan pribadi, akademik, maupun sosial. Remaja yang membiasakan diri berkata jujur akan memperoleh kepercayaan dari orang tua, guru, teman, dan masyarakat. Sebaliknya, kebiasaan berbohong dapat merusak karakter, menurunkan kepercayaan, dan membawa seseorang kepada perilaku menyimpang yang lebih besar.
Hadis ini diriwayatkan oleh Jami al-Tirmidhi, Kitab al-Birr wa al-Silah ‘an Rasulillah, Bab Ma Ja’a fī al-Ṣidq wa al-Kadhib, hadis nomor 1971. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Sahih Muslim, hadis nomor 2607, dengan redaksi yang sangat mirip. Selain itu, Imam al-Tirmidzi menyebutkan bahwa dalam tema yang sama terdapat riwayat dari Abu Bakr al-Siddiq, Umar ibn al-Khattab, Abd Allah ibn al-Shikhkhir, dan Abd Allah ibn Umar.