حدثنا موسى بن إسماعيل: حدثنا وهيب: حدثنا هشام، عن أبيه، عن حكيم بن حزام رضي الله عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: اليد العليا خير من اليد السفلى، وابدأ بمن تعول، وخير الصدقة عن ظهر غنى، ومن يستعفف يعفه الله، ومن يستغن يغنه الله
صحيح البخاري
Musa bin Ismail menceritakan kepada kami. Ia berkata, Wuhaib menceritakan kepada kami. Ia berkata, Hisyam menceritakan kepada kami, dari ayahnya (Urwah bin az-Zubair), dari Hakim bin Hizam ra., dari Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Mulailah (memberi nafkah) kepada orang-orang yang menjadi tanggunganmu. Sedekah yang paling baik adalah sedekah yang diberikan ketika seseorang masih berkecukupan. Barang siapa menjaga kehormatan dirinya (dengan tidak meminta-minta), niscaya Allah akan menjaga kehormatannya. Dan barang siapa merasa cukup (tidak bergantung kepada manusia), niscaya Allah akan mencukupkannya.”
Hadis ini mengajarkan prinsip kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dalam Islam. Ungkapan “tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” dipahami oleh para ulama sebagai perumpamaan bahwa orang yang memberi lebih utama daripada orang yang menerima. Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar seseorang terlebih dahulu memenuhi kebutuhan orang-orang yang berada dalam tanggungannya sebelum memberikan bantuan kepada pihak lain.
Hadis ini diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari, Kitab al-Zakah, Bab La Ṣadaqata Illa ‘an Ẓahri Ghina, hadis nomor 1427. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Sahih Muslim, hadis nomor 1034, melalui jalur Hakim ibn Hizam dengan redaksi yang hampir sama. Karena diriwayatkan oleh Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim, hadis ini berstatus muttafaq ‘alaih, sehingga termasuk hadis yang paling sahih.