Keutamaan menyembunyikan sedekah dan pentingnya keikhlasan dalam berinfak.


وَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ:

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا، حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا صَنَعَتْ يَمِينُهُ.

وَقَوْلُهُ تَعَالَى:

إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ، وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ.

رواه البخاري.

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi ﷺ, beliau bersabda:

“Dan (di antara tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah) seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah, lalu ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanannya.”

(HR. Imam Bukhari)

Dan firman Allah Swt.:

“Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu adalah baik. Namun jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271)

Inti kandungan hadis ini mengajarkan bahwa sedekah yang dilakukan dengan ikhlas dan disembunyikan lebih utama, karena lebih menjaga keikhlasan serta menghindarkan seseorang dari riya’ atau keinginan untuk dipuji. Meskipun sedekah yang dilakukan secara terang-terangan tetap bernilai baik, menyembunyikannya ketika diberikan kepada orang yang membutuhkan lebih dianjurkan apabila tidak ada maslahat untuk menampakkannya. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya menjadikan keikhlasan sebagai tujuan utama dalam bersedekah agar memperoleh pahala dan keridaan Allah Swt.