Keutamaan memberi sedekah dan menjaga kehormatan diri dengan tidak meminta-minta.


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ، وَهُوَ يَذْكُرُ الصَّدَقَةَ وَالتَّعَفُّفَ عَنِ الْمَسْأَلَةِ:

«الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَالْيَدُ الْعُلْيَا الْمُنْفِقَةُ، وَالسُّفْلَى السَّائِلَةُ».

رواه المسلم.

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, dari Malik bin Anas dalam riwayat yang dibacakan kepadanya dari Nafi’, dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda ketika beliau berada di atas mimbar sambil menjelaskan tentang sedekah dan menjaga diri dari meminta-minta:

“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah tangan yang memberi (berinfak), sedangkan tangan yang di bawah adalah tangan yang meminta.”

(HR. Imam Muslim)

Hadis ini menjelaskan bahwa orang yang memberi sedekah atau infak lebih utama daripada orang yang meminta. Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk menjaga kehormatan diri dengan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak menjadikan meminta-minta sebagai kebiasaan selama masih mampu bekerja atau berusaha.