حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
أُتِيَ النَّبِيُّ ﷺ بِلَحْمٍ، فَقِيلَ: تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ. فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ، وَلَنَا هَدِيَّةٌ».
رواه البخاري.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyyar, telah menceritakan kepada kami Ghundar, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Qatadah, dari Anas bin Malik ra., ia berkata:
Nabi SAW diberi daging. Lalu dikatakan kepada beliau, “Daging ini adalah daging yang telah disedekahkan kepada Barirah.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Bagi Barirah, itu adalah sedekah, sedangkan bagi kita, itu adalah hadiah.”
(HR. Imam Bukhari)
Hadis ini menjelaskan bahwa barang yang diterima seseorang sebagai sedekah menjadi hak miliknya sepenuhnya. Apabila kemudian ia menghadiahkannya kepada orang lain, maka status barang tersebut berubah menjadi hadiah, bukan lagi sedekah. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menerima dan memakan daging yang dihadiahkan oleh Barirah, meskipun asalnya merupakan sedekah yang diberikan kepadanya. Hadis ini menunjukkan bahwa perpindahan kepemilikan dapat mengubah hukum suatu harta sesuai dengan cara perolehannya.