Hadis 2 – Larangan menebang pohon sembarangan


حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنْ الْأَعْمَشِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُبْشِيٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:

: «مَنْ ‌قَطَعَ ‌سِدْرَةً صَوَّبَ اللهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ» سُئِلَ ‌أَبُو دَاوُدَ عَنْ مَعْنَى هَذَا الْحَدِيثِ، فَقَالَ: هَذَا الْحَدِيثُ مُخْتَصَرٌ، يَعْنِي مَنْ ‌قَطَعَ ‌سِدْرَةً فِي فَلَاةٍ، يَسْتَظِلُّ بِهَا ابْنُ السَّبِيلِ وَالْبَهَائِمُ، عَبَثًا وَظُلْمًا بِغَيْرِ حَقٍّ يَكُونُ لَهُ فِيهَا صَوَّبَ اللهُ رَأْسَهُ فِي النَّارِ

(سنن أبي داود)

Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Jarir, dari al-A’masy, dari Sa’id bin Ubaidah, dari Abdullah bin Hubsyi, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa yang menebang pohon sidra/bidara maka Allah akan memasukkan kepala nya ke dalam api neraka. Abu Dawud pernah ditanya tentang hadits ini, kemudian beliau menjawab dengan ringkas. Barang siapa yang menebang pohon sidra di Padang sidra dengan sia-sia dan dzalim, padahal pohon itu dibuat untuk berteduh bagi musafir dan hewan ternak, maka Allah akan memasukkan kepalanya ke neraka”.

(HR. Sunan Abu Dawud)