Hadis 10 – Menyingkirkan bahaya/sampah termasuk bagian dari iman


9.حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ، قَالَا: حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ ـ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ ـ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ

( صحيح مسلم)

“Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah, dari al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:”

“Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang, atau lebih dari enam puluh cabang. Cabang yang paling utama adalah mengucapkan, ‘Lā ilāha illallāh’ (Tiada Tuhan selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan. Dan rasa malu adalah salah satu cabang dari iman.”

(HR. Muslim)