حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ أَيُّوبَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: قَرَصَتْ نَمْلَةٌ نَبِيًّا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ، فَأَمَرَ بِقَرْيَةِ النَّمْلِ فَأُحْرِقَتْ، فَأَوْحَى اللَّهُ إِلَيْهِ: أَنْ قَرَصَتْكَ نَمْلَةٌ أَحْرَقْتَ أُمَّةً مِنَ الْأُمَمِ تُسَبِّحُ
(صحيح البخاري)
“Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Ayyub, dari Muhammad bin Sirin, dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:”
Seekor semut pernah menggigit salah seorang nabi. Lalu nabi tersebut memerintahkan agar sarang semut itu dibakar. Maka Allah mewahyukan kepadanya, ‘Hanya karena seekor semut menggigitmu, engkau membinasakan satu umat dari makhluk yang senantiasa bertasbih kepada-Ku.’
(HR. Bukhari)