Hadis 35 – Etika pemanfaatan hewan sebagai obat


حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاوُدَ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ:

أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ، فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا

(سنن ابن ماجه)

Telah menceritakan kepada kami Musaddad, telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Dawud, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abi ‘Arubah, dari Qatadah, dari Abdurrahman bin Utsman:

Ada seorang tabib bertanya kepada Nabi ﷺ tentang katak yang hendak dijadikan campuran obat. Maka Nabi ﷺ melarangnya membunuh katak tersebut.

(HR. Ibnu Majah)