أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ، عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، قَالَ: لَقِيتُ رَجُلًا صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ أَرْبَعَ سِنِينَ، قَالَ:
«نَهَى رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَمْتَشِطَ أَحَدُنَا كُلَّ يَوْمٍ، أَوْ يَبُولَ فِي مُغْتَسَلِهِ، أَوْ يَغْتَسِلَ الرَّجُلُ بِفَضْلِ الْمَرْأَةِ، أَوِ الْمَرْأَةُ بِفَضْلِ الرَّجُلِ وَلْيَغْتَرِفَا جَمِيعًا»
( السنن الكبرى للنشائي)
“Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, ia berkata: telah menceritakan kepada kami al-Laits, dari Ibnu ‘Ajlan, dari Humaid bin Abdurrahman, ia berkata: Aku bertemu dengan seorang laki-laki yang telah menyertai Nabi ﷺ selama empat tahun, sebagaimana Abu Hurairah menyertai beliau selama empat tahun. Laki-laki itu berkata:”
“Rasulullah ﷺ melarang salah seorang di antara kami menyisir rambut setiap hari, atau buang air kecil di tempat mandinya, atau seorang laki-laki mandi dengan sisa air yang telah dipakai perempuan, atau seorang perempuan mandi dengan sisa air yang telah dipakai laki-laki. Hendaklah keduanya mengambil air (dari wadah) secara bersama-sama.”
( As-Sunan Al-Kubro Li Nasa’i)