Hadis 38 – Etika terhadap makhluk hidup


حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَعْدَانَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَجُلًا لَعَنَ بُرْغُوثًا:

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:«لَا تَلْعَنْهُ فَإِنَّهُ نَبَّهَ نَبِيًّا مِنَ الْأَنْبِيَاءِ لِلصَّلَاةِ»

(الدعاء للطبراني)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah al-Hadrami, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sa’dan, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Abi Hazim, dari ayahnya, dari Anas bin Malik ra., bahwa seorang laki-laki melaknat seekor kutu loncat (burghuts).

Maka Nabi ﷺ bersabda: Janganlah engkau melaknatnya, karena sesungguhnya kutu loncat itu pernah membangunkan salah seorang nabi untuk melaksanakan salat.

(Ad-Dua’ Li Thobroni)