Hadis 6 – . Perintah meminta izin untuk menanami tanaman di lahan orang


حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، وَعَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ، قَالَ:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ زَرَعَ فِي أَرْضِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ، فَلَيْسَ لَهُ مِنَ الزَّرْعِ شَيْءٌ، وَتُرَدُّ عَلَيْهِ نَفَقَتُهُ، وَلَيْسَ لَهُ مِنَ الزَّرْعِ شَيْءٌ

(مسند أحمد)

“Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami al-Laits bin Sa’d, dari Abu az-Zubair, dari Jabir, dan dari Rafi’ bin Khadij, keduanya berkata:

“Barang siapa menanam tanaman di tanah milik suatu kaum tanpa izin mereka, maka ia tidak berhak sedikit pun atas hasil tanamannya. Yang berhak ia terima hanyalah penggantian biaya (modal) yang telah dikeluarkannya, dan ia tidak memiliki hak sedikit pun atas hasil tanaman tersebut.”

(HR. Ahmad)