Orang yang sabar adalah hamba Allah yang mampu menahan diri dan tetap berada dalam ketaatan ketika menghadapi ujian, kesulitan, atau godaan, dengan keyakinan bahwa setiap ketetapan Allah mengandung hikmah dan kebaikan.
Sabar bukan berarti diam tanpa sikap atau pasrah tanpa usaha, tetapi kekuatan jiwa untuk tetap tenang, tidak berkeluh kesah secara berlebihan, serta tidak melampaui batas yang diridhai Allah dalam ucapan dan perbuatan. Orang yang sabar tetap berusaha memperbaiki keadaan, namun hatinya tidak dikuasai oleh amarah, keputusasaan, atau kebencian.
Kesabaran mencakup keteguhan dalam menjalankan perintah Allah, ketabahan dalam meninggalkan larangan-Nya, serta ketenangan dalam menerima ujian dan musibah. Dengan sabar, seorang hamba menjaga imannya tetap kokoh dan menjadikan setiap ujian sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.