QS. Al-Mā’idah [5]: 74
اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ.
Artinya : Tidakkah mereka bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya, padahal Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang?
Tafsir kemenag : setelah mendapatkan penjelasan tentang keesaan Tuhan, maka mengapa mereka, orang-orang yang menganggap Isa putra Maryam sebagai Tuhan itu, tidak bertobat kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan memohon ampun kepada-Nya? Ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun atas semua dosa dari mereka yang mau bertobat dan Maha Penyayang terhadap semua makhluk-Nya.
Refleksi Ayat : Refleksinya, sering kali bukan dosa yang menjauhkan manusia dari Tuhan,
tetapi rasa enggan untuk mengakui kesalahan.
Padahal, Allah tidak menunggu manusia menjadi sempurna,
melainkan menunggu kejujuran dan keberanian untuk kembali.
Ayat ini mengingatkan:
selama masih ada kesadaran, kesempatan pulang belum tertutup.