
Pernahkah kamu membayangkan bahwa salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat adalah turunnya kembali Nabi Isa ‘alaihissalam ke bumi?
Banyak orang mengira Nabi Isa telah wafat, padahal dalam ajaran Islam beliau diangkat oleh Allah dan akan diturunkan kembali pada akhir zaman. Kedatangan beliau bukan sebagai nabi yang membawa syariat baru, melainkan sebagai pengikut syariat Nabi Muhammad saw. Beliau akan menegakkan keadilan, menghancurkan berbagai bentuk kesesatan, serta menjadi salah satu tanda besar bahwa Hari Kiamat sudah semakin dekat.
Rasulullah saw telah mengabarkan hal ini dalam beberapa hadis sahih. Hadis-hadis tersebut menjelaskan bahwa Nabi Isa akan turun sebagai pemimpin yang adil, mematahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan menegakkan agama Islam. Turunnya Nabi Isa juga menjadi bukti bahwa seluruh janji Allah dan kabar yang disampaikan Rasulullah saw adalah benar adanya.
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعَ الْجِزْيَةَ
“Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil. Beliau akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah.”
(Abu Hurairah RA, Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, Muslim No. 155.)
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ، فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ: تَعَالَ صَلِّ لَنَا، فَيَقُولُ: لَا، إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ، تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ
“Senantiasa ada segolongan dari umatku yang berjuang di atas kebenaran hingga hari Kiamat. Kemudian Isa bin Maryam turun. Pemimpin mereka berkata, ‘Kemarilah, jadilah imam shalat bagi kami.’ Isa menjawab, ‘Tidak. Sesungguhnya sebagian kalian menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain sebagai kemuliaan yang Allah berikan kepada umat ini.’
(Jabir bin Abdullah RA, Shahih Muslim.)
يَنْزِلُ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا عَدْلًا وَإِمَامًا مُقْسِطًا، فَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ
“Ibnu Maryam akan turun sebagai hakim yang adil dan imam yang lurus. Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah.”
(Hadis sahih tentang turunnya Nabi Isa yang diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis dengan lafaz semakna.)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
لَيْسَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ – يَعْنِي عِيسَى – وَإِنَّهُ نَازِلٌ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَاعْرِفُوهُ: رَجُلٌ مَرْبُوعٌ إِلَى الْحُمْرَةِ وَالْبَيَاضِ، بَيْنَ مُمَصَّرَتَيْنِ، كَأَنَّ رَأْسَهُ يَقْطُرُ وَإِنْ لَمْ يُصِبْهُ بَلَلٌ، فَيُقَاتِلُ النَّاسَ عَلَى الْإِسْلَامِ، فَيَكْسِرُ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلُ الْخِنْزِيرَ، وَيَضَعُ الْجِزْيَةَ، وَيُهْلِكُ اللَّهُ فِي زَمَانِهِ الْمِلَلَ كُلَّهَا إِلَّا الْإِسْلَامَ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada nabi antara aku dan Isa. Sungguh ia akan turun. Apabila kalian melihatnya, maka kenalilah dia. Ia adalah seorang yang berperawakan sedang, berkulit kemerah-merahan bercampur putih, mengenakan dua pakaian kekuning-kuningan, seakan-akan rambutnya meneteskan air meskipun tidak basah. Ia akan memerangi manusia agar memeluk Islam, menghancurkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan Allah membinasakan seluruh agama selain Islam pada masanya.”
(Abu Hurairah RA, Sunan Abu Dawud, No. 4324. Sahih menurut Ibnu Hibban, Ibnu Katsir, Ahmad Syakir, dan Al-Albani.)
Dari hadis-hadis di atas dapat dipahami bahwa turunnya Nabi Isa bukanlah sebuah kisah atau legenda, tetapi merupakan peristiwa nyata yang akan terjadi menjelang Hari Kiamat. Beliau akan datang sebagai hamba Allah yang menegakkan keadilan, meluruskan berbagai penyimpangan akidah, serta mengajak manusia kembali kepada ajaran Islam yang benar. Nabi Isa juga tidak akan membawa syariat baru, melainkan mengikuti syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Hal ini terlihat ketika beliau menolak menjadi imam salat dan tetap menghormati pemimpin dari umat Nabi Muhammad saw.
Peristiwa ini mengajarkan bahwa setiap muslim hendaknya memperkuat iman dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai fitnah akhir zaman. Turunnya Nabi Isa menjadi bukti bahwa Allah selalu menolong agama-Nya dan akan memperlihatkan kebenaran pada waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu, kita hendaknya terus memperbanyak amal saleh, mempelajari ajaran Islam dengan benar, serta memohon kepada Allah agar diberi keteguhan iman hingga akhir kehidupan.