
Apa yang akan terjadi ketika fitnah terbesar sepanjang sejarah manusia akhirnya berakhir? Siapakah yang mampu mengalahkan Dajjal, sosok yang memiliki kemampuan luar biasa untuk menyesatkan manusia?
Jawabannya telah dikabarkan langsung oleh Rasulullah saw. Setelah Dajjal menyebarkan kerusakan dan menyesatkan banyak manusia, Allah tidak akan membiarkannya terus berkuasa. Allah akan mengutus Nabi Isa ‘alaihissalam turun ke bumi untuk mengakhiri fitnah tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu tanda besar bahwa Hari Kiamat sudah semakin dekat.
Terbunuhnya Dajjal bukanlah hasil kekuatan manusia, melainkan pertolongan Allah melalui Nabi Isa ‘alaihissalam. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar apa pun kebatilan berkembang, pada akhirnya kebenaran akan tetap menang. Dajjal yang selama ini mengaku memiliki kekuasaan luar biasa tidak akan mampu menghadapi seorang nabi yang diutus Allah. Semua tipu daya dan kesombongannya akan berakhir dalam sekejap atas kehendak-Nya.
إِنَّهُ يَنْزِلُ عِنْدَ الْمَنَارَةِ الْبَيْضَاءِ شَرْقِيَّ دِمَشْقَ، فَيَقْتُلُ الدَّجَّالَ
“Sesungguhnya Isa akan turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, kemudian membunuh Dajjal.”
(Shahih Muslim, sebagaimana dijelaskan dalam buku.)
Hadis ini menjelaskan bahwa setelah Allah menurunkan Nabi Isa ‘alaihissalam ke bumi, beliau akan mengejar Dajjal hingga akhirnya berhasil membunuhnya. Peristiwa ini menandai berakhirnya fitnah terbesar yang pernah dihadapi umat manusia. Setelah Dajjal terbunuh, banyak manusia yang sebelumnya hidup dalam ketakutan akhirnya merasakan keamanan dan ketenangan. Kebenaran kembali ditegakkan, sedangkan kebatilan yang selama ini dibanggakan Dajjal hancur tanpa sisa.
Terbunuhnya Dajjal juga mengajarkan bahwa kekuatan, kekayaan, atau kemampuan luar biasa bukanlah tanda seseorang berada di jalan yang benar. Dajjal akan mampu melakukan berbagai hal yang membuat manusia kagum, tetapi semua itu hanyalah ujian dari Allah. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh mudah tertipu oleh sesuatu yang tampak hebat jika bertentangan dengan ajaran Islam. Ukuran kebenaran bukanlah keajaiban yang terlihat oleh mata, melainkan apakah sesuatu itu sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pertolongan Allah pasti datang pada waktu yang telah Dia tetapkan. Meskipun kebatilan terkadang tampak kuat dan mendominasi, kemenangan pada akhirnya tetap berada di pihak orang-orang yang beriman. Karena itu, setiap muslim hendaknya memperkuat akidah, memperbanyak ilmu agama, dan selalu memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah akhir zaman. Dengan iman yang kokoh dan amal saleh, seorang mukmin akan lebih siap menghadapi berbagai ujian hingga datangnya Hari Kiamat.