
Jika Ya’juj dan Ma’juj memiliki jumlah yang sangat banyak hingga tidak ada manusia yang mampu mengalahkan mereka, lalu siapakah yang akan menghentikan mereka? Apakah mereka akan terus menguasai bumi selamanya?
Jawabannya adalah tidak. Sebesar apa pun kekuatan Ya’juj dan Ma’juj, mereka tetaplah makhluk ciptaan Allah. Ketika Allah telah menetapkan waktunya, mereka akan dihancurkan dengan cara yang tidak pernah dibayangkan oleh manusia.
Setelah Nabi Isa ‘alaihissalam berhasil membunuh Dajjal, ujian besar belum berakhir. Allah kemudian mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj dari tempat mereka. Mereka menyebar ke seluruh penjuru bumi dengan jumlah yang sangat banyak. Mereka merusak apa saja yang dilewati, menghabiskan persediaan makanan dan air, serta membuat manusia hidup dalam ketakutan. Pada saat itu, Nabi Isa bersama orang-orang beriman diperintahkan Allah untuk berlindung di sebuah tempat yang aman. Mereka tidak diperintahkan berperang karena kekuatan manusia tidak akan mampu menghadapi Ya’juj dan Ma’juj.
Dalam keadaan yang sangat sulit itu, Nabi Isa dan kaum mukmin terus berdoa memohon pertolongan kepada Allah. Allah pun mengabulkan doa mereka dengan mengirimkan makhluk yang sangat kecil berupa ulat atau cacing yang menyerang leher Ya’juj dan Ma’juj. Dalam waktu yang singkat, seluruh Ya’juj dan Ma’juj mati secara bersamaan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kemenangan tidak selalu diraih dengan kekuatan fisik atau jumlah pasukan yang besar, tetapi dengan pertolongan Allah yang Maha Kuasa.
Setelah mereka binasa, bumi dipenuhi oleh jasad Ya’juj dan Ma’juj sehingga menimbulkan bau yang sangat menyengat. Kemudian Allah mengutus burung-burung besar untuk membawa jasad mereka ke tempat yang dikehendaki-Nya. Setelah itu Allah menurunkan hujan yang sangat lebat hingga membersihkan bumi dari sisa-sisa kerusakan tersebut. Bumi kembali menjadi bersih, subur, dan penuh keberkahan. Manusia pun kembali hidup dengan aman dan damai di bawah kepemimpinan Nabi Isa ‘alaihissalam.
Peristiwa hancurnya Ya’juj dan Ma’juj mengajarkan bahwa tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu menandingi kekuasaan Allah. Apa yang tampak mustahil bagi manusia sangat mudah bagi Allah. Oleh karena itu, ketika menghadapi berbagai ujian hidup, seorang muslim hendaknya tidak hanya mengandalkan kemampuannya sendiri, tetapi juga memperbanyak doa, tawakal, dan keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang pada waktu yang terbaik. Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa pada akhirnya semua kebatilan akan binasa, sedangkan kebenaran akan tetap tegak dengan izin Allah.