
Bagaimana jika suatu hari muncul seekor makhluk yang mampu berbicara kepada manusia, membedakan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang mengingkari Allah?
Kedengarannya mungkin sulit dipercaya, tetapi inilah salah satu tanda besar Hari Kiamat yang telah dikabarkan oleh Rasulullah saw. Makhluk tersebut dikenal dengan nama Dabbah atau Dabbatul Ardh, yaitu makhluk yang akan Allah keluarkan dari bumi pada waktu yang telah ditentukan. Kemunculannya menjadi pertanda bahwa Hari Kiamat sudah sangat dekat dan pintu taubat hampir tertutup.
Allah dan Rasul-Nya tidak menjelaskan secara rinci bagaimana bentuk Dabbah. Yang terpenting untuk diketahui adalah tugasnya, yaitu menjadi salah satu tanda besar Hari Kiamat dan menunjukkan dengan jelas siapa yang beriman dan siapa yang kafir. Oleh karena itu, seorang muslim tidak perlu sibuk memperdebatkan bentuk Dabbah, melainkan mengambil pelajaran dari peristiwa besar yang akan dibawanya.
إِنَّ أَوَّلَ الْآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحًى، وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَالْأُخْرَى عَلَى أَثَرِهَا قَرِيبًا
“Sesungguhnya tanda besar pertama yang muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya Dabbah kepada manusia pada waktu dhuha. Mana saja di antara keduanya yang muncul lebih dahulu, maka yang lainnya akan segera menyusul.”
(Abdullah bin ‘Amr RA, Shahih Muslim.)
إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْا قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ
(Kemudian Rasulullah saw menyebutkan sepuluh tanda besar kiamat, di antaranya: asap (dukhan), Dajjal, Dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, serta api yang menggiring manusia.)
“Sesungguhnya hari Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda.”
Kemudian beliau menyebutkan sepuluh tanda besar kiamat.
(Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari RA, Shahih Muslim.)
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سِتًّا: طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، أَوِ الدُّخَانَ، أَوِ الدَّجَّالَ، أَوِ الدَّابَّةَ، أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ، أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ
“Bersegeralah kalian melakukan amal sebelum datang enam perkara: terbitnya matahari dari barat, asap (dukhan), Dajjal, Dabbah, kematian salah seorang di antara kalian, atau datangnya kiamat.”
(Abu Hurairah RA, Shahih Muslim.)
ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الْأَرْضِ
“Tiga perkara yang apabila telah muncul, maka keimanan seseorang tidak lagi bermanfaat apabila sebelumnya ia belum beriman atau belum mengerjakan kebaikan dalam imannya, yaitu: terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan Dabbah.”
(Abu Hurairah RA, Shahih Muslim.)
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
تَخْرُجُ الدَّابَّةُ فَتَسِمُ النَّاسَ عَلَى خَرَاطِيمِهِمْ، ثُمَّ يَعْمُرُونَ فِيكُمْ، حَتَّى يَشْتَرِيَ الرَّجُلُ الْبَعِيرَ، فَيَقُولُ: مِمَّنِ اشْتَرَيْتَهُ؟ فَيَقُولُ: اشْتَرَيْتُهُ مِنْ أَحَدِ الْمُخَطَّمِينَ
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Nabi saw bersabda:
“Dabbah akan keluar lalu memberi tanda pada hidung manusia. Setelah itu mereka hidup di tengah-tengah kalian, hingga seseorang membeli seekor unta, lalu ditanya: ‘Dari siapa engkau membelinya?’ Ia menjawab: ‘Aku membelinya dari salah seorang yang telah diberi tanda.”
(Abu Umamah Al-Bahili RA, Musnad Ahmad, No. 21720. Sahih menurut Al-Albani.)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
تَخْرُجُ الدَّابَّةُ وَمَعَهَا خَاتَمُ سُلَيْمَانَ وَعَصَا مُوسَى، فَتَجْلُو وَجْهَ الْمُؤْمِنِ بِالْعَصَا، وَتَخْتِمُ أَنْفَ الْكَافِرِ بِالْخَاتَمِ، حَتَّى إِنَّ أَهْلَ الْخِوَانِ لَيَجْتَمِعُونَ، فَيَقُولُ هَذَا: يَا مُؤْمِنُ، وَيَقُولُ هَذَا: يَا كَافِرُ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
“Dabbah akan keluar dengan membawa cincin Sulaiman dan tongkat Musa. Dengan tongkat itu ia membuat wajah orang mukmin bercahaya, sedangkan dengan cincin itu ia memberi tanda pada hidung orang kafir. Hingga orang-orang yang sedang makan bersama dapat saling mengenali. Yang satu berkata, ‘Wahai orang mukmin,’ dan yang lain berkata, ‘Wahai orang kafir.”
(Abu Hurairah RA, Jami’ At-Tirmidzi, No. 3187.)
Hadis-hadis di atas menunjukkan bahwa kemunculan Dabbah merupakan salah satu tanda besar Hari Kiamat yang pasti terjadi. Rasulullah saw bahkan menyebutkan bahwa keluarnya Dabbah dan terbitnya matahari dari barat merupakan dua peristiwa yang waktunya sangat berdekatan. Hal ini menandakan bahwa ketika Dabbah telah muncul, rangkaian tanda-tanda besar Hari Kiamat sedang berlangsung dan manusia telah memasuki fase akhir kehidupan dunia.
Keistimewaan Dabbah adalah ia akan menjadi saksi yang menunjukkan keadaan manusia yang sebenarnya. Atas izin Allah, Dabbah akan memberikan tanda kepada manusia sehingga dapat diketahui siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang tetap mengingkari Allah. Pada saat itu, tidak ada lagi kepura-puraan, karena hakikat setiap manusia akan tampak dengan jelas. Semua orang akan mengetahui siapa yang selama hidupnya beriman dengan tulus dan siapa yang memilih jalan kekafiran.
Rasulullah saw juga mengingatkan bahwa setelah beberapa tanda besar muncul, kesempatan untuk beriman dan bertaubat tidak lagi memberikan manfaat bagi orang yang sebelumnya menolak kebenaran. Oleh sebab itu, beliau memerintahkan umatnya agar segera memperbanyak amal saleh sebelum datangnya berbagai tanda tersebut. Pesan ini mengajarkan bahwa jangan pernah menunda taubat dengan alasan masih memiliki banyak waktu. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya tiba atau kapan Allah memperlihatkan tanda-tanda besar Hari Kiamat.
Dari pembahasan ini, pelajaran yang dapat diambil bukanlah rasa penasaran terhadap bentuk Dabbah atau bagaimana kemunculannya secara rinci. Yang jauh lebih penting adalah memahami pesan yang dibawanya. Dabbah menjadi pengingat bahwa suatu saat nanti tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. Karena itu, setiap muslim hendaknya menggunakan waktu yang masih Allah berikan untuk memperkuat keimanan, memperbanyak amal saleh, menjauhi maksiat, serta senantiasa memohon kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan beriman. Dengan demikian, ketika tanda-tanda besar Hari Kiamat benar-benar terjadi, kita termasuk orang-orang yang telah mempersiapkan bekal terbaik untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala.