
Pernahkah kamu membayangkan bagaimana jika suatu pagi matahari tidak lagi terbit dari arah timur, tetapi justru muncul dari arah barat?
Tentu hal itu terasa mustahil menurut hukum alam yang kita kenal. Namun, Rasulullah saw telah mengabarkan bahwa peristiwa luar biasa tersebut benar-benar akan terjadi pada akhir zaman sebagai salah satu tanda besar Hari Kiamat.
Ketika matahari terbit dari arah barat, seluruh manusia akan menyaksikan tanda kekuasaan Allah yang sangat jelas. Pada saat itulah semua orang akan mengetahui bahwa janji Allah dan Rasul-Nya adalah benar. Namun sayangnya, keimanan yang muncul setelah tanda besar itu tampak tidak lagi diterima bagi orang yang sebelumnya belum beriman atau belum memanfaatkan hidupnya untuk beramal saleh. Oleh karena itu, Rasulullah saw berulang kali mengingatkan agar manusia tidak menunda taubat dan segera memperbanyak amal sebelum datangnya waktu tersebut.
إِنَّ أَوَّلَ الْآيَاتِ خُرُوجًا طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجُ الدَّابَّةِ عَلَى النَّاسِ ضُحًى، وَأَيُّهُمَا مَا كَانَتْ قَبْلَ صَاحِبَتِهَا فَالْأُخْرَى عَلَى أَثَرِهَا قَرِيبًا
“Sesungguhnya tanda besar pertama yang muncul adalah terbitnya matahari dari barat dan keluarnya Dabbah kepada manusia pada waktu dhuha. Mana saja di antara keduanya yang muncul lebih dahulu, maka yang lainnya akan segera menyusul.”
(Abdullah bin ‘Amr RA, Kitab: Shahih Muslim.)
Hadis ini menjelaskan bahwa terbitnya matahari dari arah barat merupakan salah satu tanda besar Hari Kiamat. Peristiwa ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan keluarnya Dabbah. Mana di antara keduanya yang muncul lebih dahulu, maka tanda yang lainnya akan segera menyusul. Hal ini menunjukkan bahwa ketika tanda-tanda besar mulai muncul, rangkaian peristiwa menuju Hari Kiamat akan berlangsung dengan cepat.
بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ سِتًّا: طُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، أَوِ الدُّخَانَ، أَوِ الدَّجَّالَ، أَوِ الدَّابَّةَ، أَوْ خَاصَّةَ أَحَدِكُمْ، أَوْ أَمْرَ الْعَامَّةِ
“Bersegeralah kalian melakukan amal sebelum datang enam perkara: terbitnya matahari dari barat, asap (dukhan), Dajjal, Dabbah, kematian salah seorang di antara kalian, atau datangnya kiamat.”
(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Muslim.)
Melalui hadis ini Rasulullah saw mengingatkan agar manusia tidak menunda-nunda beramal. Selama kesempatan masih ada, setiap orang hendaknya memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta bertaubat kepada Allah. Sebab setelah tanda-tanda besar itu muncul, kesempatan untuk memperbaiki diri akan semakin sempit.
ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا: طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَالدَّجَّالُ، وَدَابَّةُ الْأَرْضِ
“Tiga perkara yang apabila telah muncul, maka keimanan seseorang tidak lagi bermanfaat apabila sebelumnya ia belum beriman atau belum mengerjakan kebaikan dalam imannya, yaitu: terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan Dabbah.”
(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Muslim.)
Hadis ini menjelaskan bahwa terbitnya matahari dari arah barat merupakan batas berakhirnya kesempatan bagi orang yang baru ingin beriman setelah melihat tanda tersebut. Oleh karena itu, iman yang sejati adalah iman yang lahir sebelum datangnya tanda-tanda besar, yaitu ketika manusia masih diberi kebebasan untuk memilih antara taat atau berpaling.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا، فَإِذَا طَلَعَتْ فَرَآهَا النَّاسُ آمَنُوا أَجْمَعُونَ، فَذَلِكَ حِينَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila matahari telah terbit dari arah barat dan seluruh manusia melihatnya, mereka semua akan beriman. Akan tetapi, pada saat itu tidak lagi bermanfaat keimanan seseorang yang sebelumnya belum beriman atau belum berbuat kebaikan dalam keimanannya.”
(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari, No: 4635.)
Hadis ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang dahsyatnya peristiwa tersebut. Ketika seluruh manusia menyaksikannya, tidak ada lagi keraguan tentang kebenaran Hari Kiamat sehingga semua orang akan mengakui kebesaran Allah. Akan tetapi, keimanan yang muncul karena terpaksa melihat tanda besar itu sudah tidak bernilai sebagai ujian keimanan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللَّهُ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah menerima taubatnya.”
(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Muslim, No: 2703.)
Hadis ini membawa kabar gembira bahwa pintu taubat masih terbuka selama matahari belum terbit dari arah barat. Sebesar apa pun dosa seseorang, Allah tetap menerima taubat hamba-Nya selama dilakukan dengan sungguh-sungguh sebelum datangnya tanda besar tersebut.
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi saw bersabda:
“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa pada siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa pada malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari arah barat.”
(Abu Musa Al-Asy’ari RA, Kitab: Shahih Muslim, No: 2759.)
Hadis ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Siang dan malam Allah selalu membuka kesempatan bagi hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya. Namun kesempatan itu tidak berlangsung selamanya. Ketika matahari telah terbit dari arah barat, pintu taubat akan ditutup dan manusia tidak lagi memiliki kesempatan untuk memperbaiki keimanannya.
Dari seluruh hadis di atas dapat dipahami bahwa terbitnya matahari dari arah barat bukan sekadar perubahan arah terbit matahari, melainkan tanda besar yang menandai berakhirnya masa ujian bagi manusia. Karena itu, seorang muslim hendaknya tidak menunggu datangnya tanda tersebut untuk mulai beriman atau bertaubat. Justru sekaranglah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, serta mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.