Api yang Menggiring Manusia


Pernahkah kita membayangkan bagaimana keadaan manusia ketika seluruh kehidupan dunia benar-benar telah berakhir? Ke mana manusia akan pergi ketika tidak ada lagi tempat untuk berlindung?

Rasulullah saw telah mengabarkan bahwa menjelang Hari Kiamat akan muncul api besar yang menggiring seluruh manusia menuju tempat berkumpul (mahsyar). Peristiwa ini menjadi salah satu tanda besar kiamat yang menunjukkan bahwa kehidupan dunia telah mencapai penghujungnya dan manusia sedang menuju fase terakhir sebelum dihisab oleh Allah SWT.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَخْرُجَ نَارٌ مِنْ أَرْضِ الْحِجَازِ تُضِيءُ أَعْنَاقَ الْإِبِلِ بِبُصْرَى

“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga keluar api dari tanah Hijaz yang cahayanya menerangi leher-leher unta di Bushra.”

(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.)

Hadis di atas menjelaskan bahwa sebelum terjadinya Hari Kiamat akan muncul api besar dari wilayah Hijaz. Besarnya api tersebut digambarkan dengan cahayanya yang mampu menerangi hingga ke Bushra, sebuah wilayah di Syam yang letaknya sangat jauh dari Hijaz. Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini menunjukkan kekuasaan Allah SWT sekaligus menjadi salah satu tanda besar bahwa Hari Kiamat sudah semakin dekat.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

تَحْشُرُ النَّاسَ نَارٌ تَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وَتَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا، وَتُصْبِحُ مَعَهُمْ حَيْثُ أَصْبَحُوا، وَتُمْسِي مَعَهُمْ حَيْثُ أَمْسَوْا

“Manusia akan digiring oleh api. Api itu bermalam bersama mereka ketika mereka bermalam, berhenti siang bersama mereka ketika mereka beristirahat, berada bersama mereka pada pagi hari ketika mereka berada di pagi hari, dan berada bersama mereka pada sore hari ketika mereka berada di sore hari.”

(Anas bin Malik RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.)

Hadis ini menerangkan bahwa api tersebut bukan sekadar muncul, tetapi juga berfungsi menggiring manusia menuju tempat berkumpul. Api itu akan terus mengikuti perjalanan manusia. Ketika manusia berhenti untuk beristirahat, api itu pun berhenti. Ketika mereka melanjutkan perjalanan, api tersebut kembali bergerak mengikuti mereka. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menghindar dari ketentuan Allah SWT pada saat itu.

يَحْشُرُ النَّاسَ عَلَى ثَلَاثِ طَرَائِقَ: رَاغِبِينَ وَرَاهِبِينَ، وَاثْنَانِ عَلَى بَعِيرٍ، وَثَلَاثَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَأَرْبَعَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَعَشَرَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَتَحْشُرُ بَقِيَّتَهُمُ النَّارُ، تَبِيتُ مَعَهُمْ حَيْثُ بَاتُوا، وَتَقِيلُ مَعَهُمْ حَيْثُ قَالُوا، وَتُصْبِحُ مَعَهُمْ حَيْثُ أَصْبَحُوا، وَتُمْسِي مَعَهُمْ حَيْثُ أَمْسَوْا

“Manusia akan dikumpulkan dalam tiga golongan: ada yang datang dengan harapan dan rasa takut; ada yang dua orang menunggang seekor unta, tiga orang menunggang seekor unta, empat orang menunggang seekor unta, dan sepuluh orang menunggang seekor unta. Adapun sisanya digiring oleh api yang bermalam bersama mereka ketika mereka bermalam, beristirahat bersama mereka ketika mereka beristirahat, berada bersama mereka ketika pagi dan ketika sore.”

(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.)

Rasulullah saw menjelaskan bahwa keadaan manusia pada saat itu sangatlah berbeda-beda. Sebagian manusia masih memiliki kendaraan meskipun harus bergantian menggunakannya karena jumlah kendaraan sangat terbatas. Bahkan ada sepuluh orang yang harus bergantian menaiki seekor unta. Adapun manusia yang tidak memperoleh kendaraan akan digiring oleh api dari belakang hingga mereka tidak memiliki pilihan selain terus bergerak menuju tempat yang telah Allah tetapkan.

تَخْرُجُ نَارٌ مِنْ حَضْرَمَوْتَ أَوْ مِنْ نَحْوِ بَحْرِ حَضْرَمَوْتَ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ تَحْشُرُ النَّاسَ

عَلَيْكُمْ بِالشَّامِ

“Akan keluar api dari Hadramaut, atau dari arah laut Hadramaut, sebelum hari Kiamat yang akan menggiring manusia.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab:

“Hendaklah kalian menuju Syam.”

(Abu Hurairah RA, Kitab: Jami’ At-Tirmidzi, Derajat: Hasan Sahih.)

Hadis ini memberikan informasi bahwa api yang menggiring manusia berasal dari arah Hadramaut atau sekitarnya. Ketika para sahabat bertanya tentang apa yang harus dilakukan apabila peristiwa tersebut terjadi, Rasulullah saw memerintahkan mereka menuju wilayah Syam. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa itu Syam memiliki kedudukan yang penting dalam rangkaian peristiwa akhir zaman sesuai ketetapan Allah SWT.

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ أَسِيدٍ الْغِفَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:

اطَّلَعَ النَّبِيُّ ﷺ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ، فَقَالَ: مَا تَذَاكَرُونَ؟ قَالُوا: نَذْكُرُ السَّاعَةَ. قَالَ: إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْا قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ: الدُّخَانَ، وَالدَّجَّالَ، وَالدَّابَّةَ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَيَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ: خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ، وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ، وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنَ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ

Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Rasulullah saw melihat kami sedang membicarakan hari Kiamat, lalu beliau bersabda:

“Sesungguhnya Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sebelumnya sepuluh tanda: asap (dukhan), Dajjal, Dabbah, terbitnya matahari dari barat, turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, tiga kali gempa besar (di timur, di barat, dan di Jazirah Arab), serta yang terakhir adalah api yang keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat berkumpul mereka.”

(Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari RA, Kitab: Shahih Muslim, No: 2901.)

Hadis ini menegaskan bahwa api yang menggiring manusia merupakan penutup dari sepuluh tanda besar Hari Kiamat. Setelah seluruh tanda besar tersebut terjadi, kehidupan dunia benar-benar berada di penghujungnya dan seluruh manusia akan digiring menuju tempat berkumpul untuk menunggu datangnya hari kebangkitan dan penghisaban.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:

يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى ثَلَاثِ طَرَائِقَ: رَاغِبِينَ وَرَاهِبِينَ، وَاثْنَانِ عَلَى بَعِيرٍ، وَثَلَاثَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَأَرْبَعَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَعَشَرَةٌ عَلَى بَعِيرٍ، وَتَحْشُرُ بَقِيَّتَهُمُ النَّارُ

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:

“Manusia akan dikumpulkan dalam tiga golongan: ada yang datang dengan penuh harapan dan rasa takut; ada yang berkendaraan secara bergantian, dua orang pada seekor unta, tiga orang pada seekor unta, empat orang pada seekor unta, bahkan sepuluh orang pada seekor unta. Sedangkan manusia yang tersisa akan digiring oleh api menuju tempat berkumpul mereka.”

(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Muslim, Derajat: Sahih.)

Dari seluruh hadis tersebut dapat dipahami bahwa api yang menggiring manusia merupakan salah satu tanda besar Hari Kiamat yang benar-benar akan terjadi sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah saw. Peristiwa ini menggambarkan bahwa seluruh manusia, tanpa memandang kedudukan, kekayaan, maupun kekuasaan, akan tunduk kepada ketetapan Allah SWT. Tidak ada lagi tempat untuk melarikan diri, karena setiap manusia akan digiring menuju tempat berkumpul untuk menghadapi hari pembalasan.

Sebagai seorang muslim, pembahasan tentang api yang menggiring manusia bukanlah untuk menimbulkan rasa takut semata, tetapi untuk membangkitkan kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Selama pintu taubat masih terbuka dan tanda-tanda besar tersebut belum terjadi, setiap muslim hendaknya memperbanyak amal saleh, menjaga keimanan, serta mempersiapkan diri menghadapi perjumpaan dengan Allah SWT. Kesadaran akan datangnya Hari Kiamat seharusnya menjadikan seorang mukmin lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan, karena pada akhirnya seluruh manusia akan dikumpulkan di hadapan Allah untuk mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya.