
Pernahkah kamu merasa bahwa semakin hari kehidupan terasa semakin penuh dengan ujian
Berbagai berita bohong, permusuhan, perpecahan, penyimpangan, hingga banyaknya manusia yang jauh dari ajaran agama menjadi pemandangan yang semakin sering kita temui. Dalam Islam, keadaan seperti ini dikenal dengan istilah fitnah. Fitnah bukan hanya berarti tuduhan atau kabar bohong, tetapi juga segala bentuk ujian yang dapat menggoyahkan keimanan seseorang. Rasulullah saw telah mengabarkan bahwa semakin dekat Hari Kiamat, fitnah akan semakin banyak dan menyebar luas.
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ، فَقَالَ:
اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مَوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةً فَلَا يَسْخَطُ، ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ، ثُمَّ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ صُلْحٌ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.
Artinya: Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendatangi Nabi saw ketika perang Tabuk, sedangkan beliau berada di dalam sebuah kubah dari kulit. Lalu beliau bersabda:
“Hitunglah enam perkara menjelang kiamat: wafatku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kemudian kematian massal yang menimpa kalian seperti penyakit pada kambing, kemudian melimpahnya harta sehingga seseorang diberi seratus lalu ia tidak marah, kemudian fitnah yang tidak tersisa satu rumah pun dari bangsa Arab melainkan memasukinya, kemudian antara kalian dan Bani al-Ashfar ada perjanjian damai lalu mereka berkhianat dan datang kepada kalian dengan delapan puluh panji, di bawah setiap panji ada dua belas ribu.”
(‘Auf bin Malik RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari.)
Hadis di atas menjelaskan bahwa akan datang masa ketika fitnah menyebar begitu luas hingga hampir tidak ada rumah yang terbebas darinya. Ini menunjukkan bahwa fitnah akan menjadi ujian yang dirasakan oleh banyak orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَيُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ. قَالُوا: وَمَا الْهَرْجُ؟ قَالَ: الْقَتْلُ الْقَتْلُ
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa semakin singkat, ilmu dicabut, berbagai fitnah bermunculan, sifat kikir merajalela, dan banyak terjadi al-harj.”
Para sahabat bertanya, “Apakah al-harj itu?” Beliau menjawab, “Pembunuhan, pembunuhan.”
(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari, No. 7121.)
Rasulullah saw juga menjelaskan bahwa munculnya fitnah berkaitan dengan dicabutnya Ilmu agama. Ketika manusia semakin jauh dari ilmu yang benar, mereka lebih mudah terjerumus ke dalam kebingungan, perselisihan, dan berbagai bentuk kemaksiatan. Bahkan, fitnah tersebut dapat berujung pada banyaknya pertumpahan darah dan pembunuhan tanpa alasan yang benar.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah saw bersabda:
“Akan datang suatu masa ketika orang yang tetap bersabar mempertahankan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.”
(Anas bin Malik RA, Kitab: Jami’ At-Tirmidzi, No. 2260.)
Hadis ini menggambarkan betapa beratnya menjaga keimanan di tengah banyaknya fitnah. Orang yang tetap berpegang teguh pada ajaran Islam akan menghadapi berbagai tantangan, seolah-olah sedang menggenggam bara api yang panas. Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim kita harus terus menuntut ilmu agama, memperbanyak amal saleh, serta memohon perlindungan kepada Allah agar diberi keteguhan hati ketika menghadapi berbagai fitnah yang semakin banyak menjelang Hari Kiamat.