
Mengapa saat ini banyak negara dan kota berlomba-lomba membangun gedung yang semakin tinggi dan megah? Apakah kemajuan pembangunan selalu menjadi sesuatu yang buruk?
Islam tidak melarang manusia membangun dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Namun, Rasulullah saw mengingatkan bahwa ketika manusia mulai berlomba-lomba membangun bangunan megah demi kebanggaan dan kemewahan, maka hal itu termasuk salah satu tanda semakin dekatnya Hari Kiamat.
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ … قَالَ:
فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ: أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ
Dari Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ketika Malaikat Jibril bertanya tentang tanda-tanda Hari Kiamat, Rasulullah saw bersabda:
“Apabila budak perempuan melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang yang bertelanjang kaki, tidak berpakaian dengan layak, miskin, para penggembala kambing berlomba-lomba meninggikan bangunan.”
(Umar bin Al-Khattab RA, Kitab: Shahih Muslim, No: 8; juga diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari. Derajat: Muttafaq ‘alaih (Sahih).)
Hadis ini menjelaskan bahwa akan datang suatu masa ketika orang-orang yang dahulu hidup sederhana dan miskin berubah menjadi sangat kaya, kemudian mereka saling berlomba membangun gedung yang tinggi, megah, dan mewah. Yang menjadi perhatian bukanlah bangunannya, melainkan sikap manusia yang menjadikan kemegahan sebagai ajang kebanggaan, persaingan, dan kesombongan.
Fenomena ini dapat kita lihat pada zaman sekarang. Banyak kota di dunia berlomba membangun gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan yang mewah, dan berbagai bangunan megah sebagai simbol kemajuan. Kemajuan pembangunan tentu merupakan hal yang baik jika digunakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, apabila tujuan utamanya hanya untuk bermegah-megahan, mencari pujian, atau menunjukkan kehebatan, maka hal itu termasuk perilaku yang telah diperingatkan oleh Rasulullah ﷺ.
Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk hidup sederhana, tidak berlebihan, dan tidak menjadikan kemewahan sebagai tujuan hidup. Kemajuan dalam pembangunan hendaknya disertai dengan peningkatan iman, akhlak, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Bangunan yang tinggi tidak akan bernilai jika hati manusia semakin jauh dari petunjuk-Nya.
Hadis ini mengingatkan bahwa berlomba membangun gedung demi kebanggaan dunia merupakan salah satu tanda semakin dekatnya Hari Kiamat. Oleh karena itu, janganlah kita hanya sibuk membangun kehidupan dunia, tetapi juga membangun bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal.