Muncul Ya’juj dan Ma’juj


Bagaimana keadaan dunia ketika salah satu tanda terbesar Hari Kiamat benar-benar telah terjadi? Mampukah manusia menghadapi suatu kaum yang jumlahnya sangat banyak, memiliki kekuatan besar, dan menyebarkan kerusakan di seluruh penjuru bumi?

Rasulullah saw telah mengabarkan bahwa menjelang Hari Kiamat akan muncul Ya’juj dan Ma’juj, yaitu dua golongan manusia yang selama ini terhalang oleh dinding yang dibangun atas kehendak Allah SWT. Kemunculan mereka menjadi salah satu tanda besar Hari Kiamat yang menunjukkan bahwa akhir kehidupan dunia sudah semakin dekat.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:

فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ

(بَلَّغَ بِإِصْبَعِهِ الْإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا)

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi saw bersabda:

‘Pada hari ini telah terbuka dinding penghalang Ya’juj dan Ma’juj seperti ini.”

“Lalu beliau membentuk lingkaran dengan ibu jari dan telunjuknya.”

(Abu Hurairah RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.)

Hadis di atas menunjukkan bahwa dinding yang menghalangi Ya’juj dan Ma’juj secara perlahan mulai terbuka atas izin Allah SWT. Rasulullah saw memberikan isyarat dengan membentuk lingkaran menggunakan ibu jari dan telunjuk sebagai gambaran bahwa pembukaan dinding tersebut telah dimulai, meskipun saat itu masih sangat kecil. Hal ini menjadi peringatan bahwa tanda-tanda Hari Kiamat akan terjadi secara bertahap sesuai dengan ketetapan Allah SWT.

عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ ﷺ مِنْ نَوْمِهِ مُحْمَرًّا وَجْهُهُ يَقُولُ:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ

“Dari Zainab binti Jahsy radhiyallahu ‘anha, Rasulullah saw bangun dari tidurnya dengan wajah memerah seraya bersabda:

“Tidak ada Tuhan selain Allah. Celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat. Pada hari ini telah terbuka dinding Ya’juj dan Ma’juj seperti ini.”

(Zainab binti Jahsy RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim.)

Hadis ini menggambarkan betapa seriusnya Rasulullah saw memandang peristiwa tersebut. Beliau terbangun dari tidurnya dengan wajah memerah karena besarnya kekhawatiran terhadap fitnah yang akan terjadi di akhir zaman. Ungkapan “Celakalah bangsa Arab karena keburukan yang telah dekat” menunjukkan bahwa kemunculan Ya’juj dan Ma’juj bukanlah peristiwa biasa, melainkan salah satu musibah terbesar yang akan menimpa manusia menjelang Hari Kiamat.

Ya’juj dan Ma’juj adalah dua golongan manusia yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih. Mereka bukan makhluk gaib, bukan pula bangsa yang hidup pada masa lalu saja, melainkan manusia yang keberadaannya disembunyikan oleh Allah SWT hingga tiba waktu yang telah ditentukan. Mereka saat ini berada di balik dinding yang dahulu dibangun oleh Dzulqarnain atas pertolongan Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Kahfi. Ketika Allah menghendaki, dinding tersebut akan hancur sehingga mereka keluar memenuhi bumi dalam jumlah yang sangat besar.

Kemunculan Ya’juj dan Ma’juj terjadi setelah Nabi Isa ‘alaihissalam berhasil membunuh Dajjal. Pada saat itu Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Isa agar membawa kaum mukmin berlindung ke Gunung Thur karena tidak ada seorang pun yang mampu menghadapi Ya’juj dan Ma’juj dengan kekuatan manusia. Mereka akan menyebar ke seluruh penjuru bumi, merusak apa saja yang mereka lewati, menghabiskan sumber daya, serta menimbulkan kerusakan dan ketakutan yang luar biasa.

Banyak ulama menjelaskan bahwa salah satu hikmah di balik kemunculan Ya’juj dan Ma’juj adalah untuk menunjukkan keterbatasan kemampuan manusia. Sebesar apa pun kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, maupun persenjataan, semuanya tidak akan mampu mengalahkan mereka tanpa pertolongan Allah SWT. Oleh karena itu, ketika fitnah tersebut terjadi, Nabi Isa dan kaum mukmin tidak diperintahkan untuk berperang, melainkan diperintahkan berlindung dan memperbanyak doa kepada Allah SWT. Hal ini mengajarkan bahwa pertolongan Allah merupakan satu-satunya jalan keselamatan ketika menghadapi ujian yang sangat besar.

Kemunculan Ya’juj dan Ma’juj juga menjadi bukti bahwa seluruh berita yang disampaikan Rasulullah saw pasti benar adanya. Meskipun hingga saat ini manusia belum menyaksikan peristiwa tersebut, seorang mukmin tetap meyakininya sebagai bagian dari perkara gaib yang telah diberitakan melalui Al-Qur’an dan hadis-hadis sahih. Keimanan terhadap perkara gaib merupakan salah satu ciri utama orang-orang yang bertakwa.

Sebagai seorang muslim, pembahasan tentang munculnya Ya’juj dan Ma’juj hendaknya tidak hanya dipahami sebagai informasi mengenai peristiwa akhir zaman, tetapi juga menjadi pengingat agar senantiasa memperkuat iman dan memperbanyak amal saleh. Selama Allah masih memberikan kesempatan hidup, setiap muslim hendaknya mempersiapkan bekal untuk menghadapi Hari Akhir dengan menjaga akidah, memperbaiki ibadah, menjauhi kemaksiatan, serta selalu memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai fitnah akhir zaman. Dengan demikian, ketika seluruh tanda-tanda Hari Kiamat benar-benar terjadi, seorang mukmin telah memiliki bekal keimanan yang kokoh untuk menghadapi setiap ujian yang Allah tetapkan.