
Apakah wafatnya Rasulullah saw hanya menjadi sebuah peristiwa duka bagi umat Islam?
Ternyata, lebih dari itu. Wafatnya Nabi Muhammad saw juga merupakan salah satu tanda awal yang menunjukkan bahwa Hari Kiamat semakin dekat. Bahkan, Rasulullah saw sendiri menyebutkan wafat beliau sebagai tanda pertama dari beberapa peristiwa besar yang akan terjadi menjelang Hari Kiamat.
Ketika Perang Tabuk, Rasulullah saw meminta para sahabat untuk menghitung enam tanda yang akan terjadi sebelum Hari Kiamat. Tanda pertama yang beliau sebutkan adalah wafatnya beliau sendiri. Setelah itu akan menyusul berbagai peristiwa lain, seperti penaklukan Baitul Maqdis, kematian massal, melimpahnya harta, munculnya fitnah yang meluas, hingga peperangan besar. Hal ini menunjukkan bahwa wafatnya Rasulullah saw bukan sekadar berakhirnya masa kenabian, tetapi juga menjadi penanda dimulainya rangkaian tanda-tanda Hari Kiamat yang telah diberitakan oleh beliau.
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ، فَقَالَ:
اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيِ السَّاعَةِ: مَوْتِي، ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ، ثُمَّ مَوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ، ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةً فَلَا يَسْخَطُ، ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنَ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ، ثُمَّ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ صُلْحٌ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً، تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا.
Dari ‘Auf bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendatangi Nabi saw ketika perang Tabuk, sedangkan beliau berada di dalam sebuah kubah dari kulit. Lalu beliau bersabda:
“Hitunglah enam perkara menjelang kiamat: wafatku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kemudian kematian massal yang menimpa kalian seperti penyakit pada kambing, kemudian melimpahnya harta sehingga seseorang diberi seratus lalu ia tidak marah, kemudian fitnah yang tidak tersisa satu rumah pun dari bangsa Arab melainkan memasukinya, kemudian antara kalian dan Bani al-Ashfar ada perjanjian damai lalu mereka berkhianat dan datang kepada kalian dengan delapan puluh panji, di bawah setiap panji ada dua belas ribu.”
(‘Auf bin Malik RA, Kitab: Shahih Al-Bukhari.)