بَابُ وَقْتِ الْمَغْرِبِ، وَقَالَ عَطَاءٌ: يَجْمَعُ الْمَرِيضُ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ.
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ قَالَ: حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو النَّجَاشِيِّ صُهَيْبٌ مَوْلَى رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَ: سَمِعْتُ رَافِعَ بْنِ خَدِيجٍ يَقُولُ:
كُنَّا نُصَلِّي الْمَغْرِبَ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ لَيُبْصِرُ مَوَاقِعَ نَبْلِهِ.
Waktu Magrib. Dan ‘Atha berkata: Orang yang sakit boleh menjamak antara shalat Magrib dan Isya. Muhammad bin Mihran telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Al-Walid telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Al-Auza’i telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Abu An-Najasyi Suhaib (mantan budak Rafi’ bin Khadij) telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Rafi’ bin Khadij berkata: Kami dahulu pernah melaksanakan shalat Magrib bersama Nabi $\text{SAW}$, kemudian salah seorang dari kami pulang (setelah selesai shalat) dalam kondisi ia masih bisa melihat dengan jelas tempat jatuhnya anak panahnya.