حَدَّثَنَا عَلِيٌّ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، قَالَ: أَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعِشَاءِ، فَخَرَجَ عُمَرُ فَقَالَ: الصَّلَاةَ يَا رَسُولَ اللهِ، رَقَدَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ. فَخَرَجَ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ يَقُولُ:
لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي – أَوْ عَلَى النَّاسِ، وَقَالَ سُفْيَانُ أَيْضًا: عَلَى أُمَّتِي – لَأَمَرْتُهُمْ بِالصَّلَاةِ هَذِهِ السَّاعَةَ.
وَسَلَّمَ هَذِهِ الصَّلَاةَ، فَجَاءَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللهِ، رَقَدَ النِّسَاءُ وَالْوِلْدَانُ. فَخَرَجَ وَهُوَ يَمْسَحُ الْمَاءَ عَنْ شِقِّهِ يَقُولُ:
إِنَّهُ لَلْوَقْتُ، لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي.
Riwayat Amr dari Atha:
Ali telah menceritakan kepada kami, Sufyan telah menceritakan kepada kami, Amr berkata: Atha telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Nabi SAW pernah menahan shalat Isya (hingga larut malam). Lalu Umar keluar dan berseru: ‘Salat, wahai Rasulullah!
“Kalaulah bukan karena akan memberatkan umatku atau manusia niscaya aku akan memerintahkan mereka untuk shalat Isya pada jam seperti ini.”
Ibnu Juraij dari Ibnu Abbas juga meriwayatkan
Ibnu Juraij berkata, dari Atha, dari Ibnu Abbas: Nabi SAW mengakhirkan shalat ini (Isya). Lalu Umar datang dan berkata: ‘Wahai Rasulullah, kaum wanita dan anak-anak telah tidur. Maka Nabi keluar sambil menyeka udara dari sisi kepalanya, dia bersabda:
“Sungguh, ini adalah waktu (utama) shalat Isya, kalaulah tidak memberatkan umatku.”