Inti Sari Hadis


Hadis ini memberikan contoh langsung mengenai cara shalat Rasulullah SAW yang tenang dan tidak terburu-buru (tumaninah). Sahabat Malik bin Al-Huwairith mempraktikkan bahwa setiap gerakan shalat—mulai dari berdiri, rukuk, hingga iktidal—dilakukan dengan mantap dan proporsional. Hadis ini juga menjelaskan sunah “Duduk Istirahat”, yaitu duduk sebentar secara seimbang setelah bangkit dari sujud kedua pada rakaat ganjil sebelum tegak berdiri ke rakaat berikutnya.